RADARSOLO.COM – Persis Solo berharap momentum bulan Ramadan menjadi titik balik bangkitnya performa tim di BRI Super League musim 2025/2026 (Liga 1).
Laskar Sambernyawa membidik kemenangan kandang saat menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026).
Tiga poin menjadi target utama demi memperbaiki posisi di papan klasemen yang masih dijurang zona degradasi.
Pertandingan kandang ini dinilai memiliki arti penting bagi Laskar Sambernyawa.
Selain menjadi kesempatan memperbaiki posisi di klasemen sementara, laga tersebut juga diharapkan mampu mengangkat moral pemain.
Persis Solo membutuhkan hasil positif untuk memutus tren belum meraih kemenangan di laga kandang pada musim ini.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija menegaskan, timnya tetap memiliki keyakinan menghadapi laga tersebut.
Dia melihat adanya perkembangan dari performa pemain meski hasil pertandingan belum sepenuhnya memuaskan.
Menurutnya, Persis hanya membutuhkan dorongan mental tambahan untuk bangkit.
“Saya percaya dengan tim ini. Kami butuh beberapa hal dari seluruh pemain di tim ini untuk memberikan sesuatu yang ekstra. Kami butuh keberanian dan kepercayaan diri untuk melalui masalah yang kami hadapi saat ini,” ujarnya.
Milo menilai kemenangan menjadi target mutlak yang tidak bisa ditawar. Bermain di hadapan pendukung sendiri harus menjadi keuntungan yang dimaksimalkan.
Dia berharap Persis mampu menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan.
“Besok kami harus menang dan kami sangat percaya diri untuk memberikan yang terbaik di depan suporter,” tegasnya.
Pelatih asal Bosnia tersebut juga menyinggung makna khusus pertandingan yang berlangsung di bulan Ramadan.
Dia berharap atmosfer bulan suci dapat memberikan energi positif bagi seluruh elemen tim. Momentum spiritual diyakini dapat memperkuat mental bertanding pemain.
“Kami ingin memberikan kemenangan kandang perdana dan berkah di bulan Ramadan diharapkan dapat menular ke Persis Solo,” katanya.
Selain faktor teknis, Milo menilai dukungan suporter akan menjadi elemen krusial. I
Dia mengaku merindukan suasana Stadion Manahan yang penuh oleh pendukung. Atmosfer tersebut dianggap mampu memberi dorongan psikologis bagi pemain di lapangan.
“Saya merindukan Manahan yang dipenuhi oleh suporter. Persis Solo bukan apa-apa tanpa suporter begitu juga sebaliknya,” ucapnya.
Dia berharap seluruh pendukung dapat bersatu memberikan dorongan moral kepada tim. Situasi sulit yang dihadapi Persis membutuhkan energi tambahan dari tribun. Kebersamaan diyakini menjadi kekuatan tersendiri bagi Laskar Sambernyawa.
“Besok kami ingin meraih kemenangan dan bernyanyi dengan suporter,” lanjutnya.
Persis memang tengah berupaya keluar dari tren hasil yang kurang stabil. Sejumlah laga berakhir tanpa kemenangan sehingga tim kesulitan menjauh dari papan bawah. Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan kini memiliki nilai penting.
Evaluasi juga terus dilakukan pada aspek permainan. Milo menilai timnya sebenarnya mampu menciptakan peluang dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan.
Laga kontra PSBS Biak dipandang sebagai kesempatan ideal untuk memulai perubahan. Kemenangan tidak hanya berdampak pada posisi klasemen tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri pemain. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy