Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Kebanjiran Striker! Milomir Seslija Pusing Tapi Senang dalam Memilih Starter: Abu Kamara, Paparyha dan Septian Bagaskara Bersaing Ketat

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:05 WIB

Striker Persis Solo Abu Kamara dijegal pemain Madura United di Stadion Manahan, Jumat (13/2/2026).
Striker Persis Solo Abu Kamara dijegal pemain Madura United di Stadion Manahan, Jumat (13/2/2026).

RADARSOLO.COM – Persis Solo memasuki fase baru dalam perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026. Jika pada awal musim Pelatih Persis Solo Milomir Seslija sering dibuat pusing oleh minimnya opsi di lini depan, kini situasinya berbalik seratus delapan puluh derajat.

Laskar Sambernyawa justru memiliki stok penyerang yang melimpah hingga persaingan di sektor ofensif menjadi jauh lebih ketat.

Milo, sapaan akrab sang pelatih, tak menampik bahwa kondisi ini menjadi angin segar. Kedalaman skuad membuatnya lebih leluasa mengatur strategi. Persis tidak lagi bergantung pada satu dua pemain saja untuk urusan mencetak gol.

“Kalau boleh jujur, di laga-laga sebelumnya saya kurang memiliki pilihan di lini serang. Sekarang kami sudah memiliki banyak pilihan,” ujarnya.

Dengan materi pemain yang lebih komplet, Milo dapat menyesuaikan komposisi starter sesuai kebutuhan taktik setiap pertandingan.

Karakter lawan, ritme permainan, hingga skema serangan dapat menentukan siapa yang turun sejak menit awal.

Namun, konsekuensinya, setiap pemain harus menunjukkan kualitas terbaik di sesi latihan. Tidak ada lagi jaminan tempat iTepa

Pelatih berkebangsaan Bosnia itu menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki peran yang sama pentingnya dalam tim. Ia menilai kualitas skuad Persis cukup merata sehingga pemilihan sebelas pemain utama benar-benar dilakukan secara selektif.

“Semua pemain penting dan kami punya keunggulan dalam memilih sebelas pemain yang sama baiknya,” tuturnya.

Belum lagi regulasi pemain asing yang mengharuskan pelatih berhitung cermat.

Tidak semua pemain asing dapat masuk daftar susunan pemain. Keputusan siapa yang bermain dan siapa yang harus rela berada di luar daftar tentu bukan perkara mudah.

“Kita hanya bisa memainkan sembilan pemain asing dan sisanya tidak akan masuk daftar susunan pemain,” jelas Milo.

Persis memang sedang kelebihan stok di sektor penyerangan. Untuk posisi penyerang tengah, ada Abu Kamara dan Roman Paparyha yang selama ini menjadi andalan.

Alternatif lain juga masih tersedia lewat Septian Bagaskara dan Arkhan Kaka. Jefferson Carioca pun menambah kedalaman lini serang meski belum menjalani debut saat menghadapi Madura United.

Datangnya Bruno Gomes sebagai rekrutan anyar membuat lini depan semakin variatif. Di sisi sayap, kehadiran Febri Hariyadi diyakini dapat memberikan ledakan kecepatan baru bagi serangan Persis.

Kombinasi ini membuat rotasi menjadi tak terhindarkan; beberapa pemain harus siap tampil bergiliran. Itulah dinamika kompetisi yang harus diterima seluruh pemain.

Menurut Milo, kedalaman skuad akan menjadi keuntungan jika dimanfaatkan secara tepat.

Persis memiliki beberapa pemain yang mampu menjadi pengubah permainan saat masuk di babak kedua. Energi tambahan itu diharapkan menjaga intensitas permainan tetap tinggi.

“Kita memiliki tiga sampai empat pemain yang bisa menyegarkan permainan di babak kedua,” ucapnya.

Dengan banyaknya opsi yang tersedia, publik berharap Persis mulai menunjukkan peningkatan produktivitas gol.

Laga melawan PSBS Biak pada Sabtu (21/2/2026) di Stadion Manahan menjadi ajang pembuktian.

Persis membutuhkan kemenangan untuk keluar dari zona degradasi dan membuktikan bahwa kedalaman lini depan mereka bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kekuatan nyata yang mampu menyelamatkan musim. (hj/nik) 

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1