Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hasil Tak Kunjung Membaik, Suporter Persis Solo Desak Milo Out

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 22 Februari 2026 | 03:31 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

RADARSOLO.COM – Gelombang kekecewaan suporter kembali menyeruak setelah Persis Solo gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir.

Rentetan hasil imbang dan performa yang dinilai tidak kunjung mengalami perbaikan membuat sebagian pendukung mulai mempertanyakan arah tim, terutama setelah laga kandang terakhir kembali berakhir tanpa kemenangan.

Kekecewaan itu terlihat jelas seusai pertandingan di Stadion Manahan. Dari tribun, suara protes menggema, diiringi sejumlah suporter yang meluapkan emosi.

Beberapa bahkan mencoba mendekati area lapangan sebelum akhirnya petugas keamanan dan panitia pelaksana bergerak cepat melakukan pengamanan.

Situasi sempat memanas ketika beberapa suporter berusaha turun dari tribun sebagai bentuk ketidakpuasan atas performa tim.

Aksi spontan itu mencerminkan betapa tingginya tekanan dan kekhawatiran pendukung terhadap kondisi Persis saat ini.

Di tengah memburuknya situasi, sebagian besar suporter menilai bahwa tim belum menunjukkan perkembangan berarti meskipun kompetisi sudah memasuki paruh kedua musim.

Hasil imbang beruntun dianggap sebagai sinyal bahwa skuad Laskar Sambernyawa masih kesulitan keluar dari tren negatif yang menghantui sejak awal putaran kedua.

Tidak sedikit yang kemudian menyuarakan tuntutan perubahan di tubuh tim.

Ada yang menilai hasil sejauh ini tidak sebanding dengan ekspektasi besar yang dibebankan kepada manajemen maupun pelatih. Dorongan paling keras adalah desakan yang ditujukan kepada pelatih kepala Milomir Šešlija.

Salah satu suporter Ultras 1923 Beto mengungkapkan, beberapa tuntutan telah disampaikan kepada manajemen klub. Salah satu yang paling mengemuka adalah permintaan agar pelatih diganti.

“Kami ingin Milo out, bukan hanya karena performa yang buruk, tapi juga karena ada indikasi Milo ‘bermain’. Beberapa pertandingan terlihat cukup aneh. Babak pertama tampil on fire, tapi babak kedua pergantian pemain justru membuat permainan merosot dan membahayakan,” ujarnya.

Selain pergantian pelatih, suporter juga mendesak manajemen mengambil langkah tegas dan bertanggung jawab atas hasil kurang memuaskan yang diraih musim ini.

Evaluasi menyeluruh dianggap perlu dilakukan, terutama terhadap pemain atau staf pelatih yang dinilai belum memberi kontribusi maksimal.

Suporter berharap manajemen bergerak cepat mengingat waktu untuk menyelamatkan tim dari zona degradasi semakin menipis. Mereka menilai keputusan strategis harus segera diambil agar Persis tidak semakin terpuruk di papan bawah klasemen.

Di sisi lain, pelatih Persis Solo Milomir Šešlija memberikan tanggapan menanggapi sorotan tersebut.

Dia menilai bahwa permainan tim sebenarnya mengalami perkembangan signifikan, terutama dari sisi taktik dan dominasi pertandingan.

“Ini bisa dijawab dengan mudah kalau kita melihat pertandingan. Secara taktik kami tampil lebih superior. Namun memang kami tidak dapat mencetak gol lebih banyak,” ujarnya.

Milo menjelaskan bahwa kondisi tim saat ini juga dipengaruhi banyaknya pemain baru yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ia menyebut proses pembentukan tim belum sepenuhnya rampung.

“Kami memiliki banyak pemain baru dan sedang membangun tim supaya jadi lebih bagus. Masih banyak pemain yang beradaptasi,” katanya.

Dia mencontohkan adanya striker yang baru bergabung empat hari sebelum laga, sehingga dinilai wajar jika hubungan antarpemain belum terbentuk sepenuhnya.

“Kami memerlukan sekitar empat minggu agar tim bisa beradaptasi,” tegasnya.

Meski demikian, Milo menilai bahwa dominasi permainan adalah bukti positif dari proses yang sedang berjalan.

“Untuk tim yang baru terbentuk dan sudah tampil mendominasi, ini cukup bagus. Memang kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak,” ujarnya.

Dia berharap penilaian terhadap tim dilakukan secara objektif dengan melihat keseluruhan proses, bukan hanya hasil akhir pertandingan.

Milo menegaskan Persis masih memiliki peluang memperbaiki posisi pada laga-laga sisa musim ini.

Situasi yang berkembang menunjukkan tekanan terhadap Persis semakin berat. Hasil buruk, tuntutan suporter, dan ancaman zona degradasi membuat laga-laga berikutnya menjadi penentu apakah Laskar Sambernyawa mampu bangkit, atau justru semakin terseret ke jurang yang lebih dalam.(hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #Ultras 1923 #PSBS #suporter