Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Sulit Menang Meski Tim Kondusif, Eky Taufik: Dikurung Nasib Buruk?

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:40 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

RADARSOLO.COM – Performa Persis Solo belum kunjung membaik meski telah mendatangkan 17 pemain baru pada bursa transfer pertengahan musim. Dalam laga teranyar, Laskar Sambernyawa kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (20/2/2026) malam.

 Hasil imbang tersebut menambah panjang catatan buruk Persis di laga kandang. Sejak awal musim, Persis belum sekalipun menang di Manahan dengan rincian empat kali imbang dan tujuh kali kalah. Stadion yang selama ini dikenal sebagai kandang angker justru tak memberi keuntungan berarti bagi Persis musim ini.

Tambahan satu poin juga belum mengubah nasib Persis yang masih terbenam di dasar klasemen dengan 13 poin dari 22 pertandingan. Di sisi lain, PSBS juga belum aman. Meski memiliki 18 poin—sama dengan Persijap Jepara—selisih gol membuat PSBS berada di posisi ke-16, sementara Persijap menempati peringkat ke-15.

 Bek senior Persis Solo, Eky Taufik mengaku heran dengan kondisi tim saat ini. Menurutnya, suasana internal tim sebenarnya baik-baik saja dan tidak menunjukkan adanya masalah serius.

Komunikasi pemain berjalan lancar, hubungan di ruang ganti solid, dan intensitas latihan tetap tinggi. Hal ini membuat Eky kian bingung mengapa performa tim di lapangan tidak sejalan dengan suasana positif tersebut.

Dari sisi mental, dia menyebut para pemain tetap memiliki motivasi besar untuk memperbaiki posisi klasemen.

“Tentunya hasil yang tidak bagus untuk Persis Solo, apalagi tim sedang membutuhkan poin untuk mengangkat posisi di klasemen sementara. Tapi itulah sepak bola, kita harus berusaha lagi di pertandingan selanjutnya. Kita belum selesai dan masih ada kesempatan, kita harus segera bangkit dan berbenah karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki,” ujar Eky sesuai pertandingan saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di mixed zone Stadion Manahan, usai laga.

Eky menegaskan bahwa tidak ada masalah internal yang mengganggu kesiapan tim. “Saya sendiri juga tidak tahu. Padahal situasi tim bagus baik di luar lapangan maupun saat latihan. Tapi saat pertandingan terasa sangat sulit untuk mendapatkan tiga poin. Apakah tim sedang dikutuk atau tidak, kita tidak tahu. Yang penting kita terus berusaha sebaik mungkin,” katanya.

Meski sempat muncul dugaan bahwa banyaknya pemain baru menghambat stabilitas permainan, Eky memastikan hal itu bukan faktor utama. Menurutnya, proses adaptasi berjalan lancar dan para pemain anyar mampu menyatu dengan baik dalam latihan.

“Untuk adaptasi pemain-pemain baru tidak ada masalah sama sekali,” tegasnya.

Dia justru merasa performa yang belum membaik lebih disebabkan hal-hal tak terduga yang sulit dijelaskan, mulai dari penyelesaian akhir yang kurang hingga kesialan yang berulang.

Di tengah seretnya hasil, manajemen Persis akhirnya memberikan target tegas kepada tim pelatih yang dipimpin Milomir Seslija. Persis diwajibkan meraih enam poin dalam dua laga berikutnya, yaitu kontra Persik Kediri di Stadion Manahan (1/3) dan di kandang Persijap Jepara (5/3).

Ultimatum ini menjadi penentu langkah Persis selanjutnya, sekaligus ujian untuk membuktikan bahwa pembenahan yang dilakukan benar-benar dapat menghasilkan kemenangan. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#SuperLeague 20252026 #persis solo #liga 1 #psbs biak