Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rapor 9 Laga Jadi Tekanan untuk Milo, Saatnya Persis Solo Cari Pelatih Baru?

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:57 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

RADARSOLO.COM – Tekanan terhadap pelatih kepala Milomir Seslija bersama Persis Solo semakin meningkat setelah hasil imbang melawan PSBS Biak pada Sabtu (21/2/2026). Hasil tersebut memperpanjang tren kurang memuaskan Laskar Sambernyawa sepanjang putaran kedua BRI Super League musim ini. Performanya yang tidak stabil membuat posisi Persis tetap rawan berada di papan bawah klasemen.

Sorotan terhadap Milo -sapaan akrab MilomirSeslija- tidak lepas dari catatan statistiknya sejak kembali menangani Persis mulai 16 Desember 2025. Dari sembilan pertandingan periode keduanya, Persis hanya meraih satu kemenangan.

Selain itu, Persis membukukan tiga hasil imbang dan lima kekalahan, membuat rasio kemenangan tim sangat rendah. Rata-rata poin per pertandingan pun hanya berada di angka 0,67, jauh dari cukup bagi tim yang sedang berjuang menghindari degradasi.

Dari sisi produktivitas, Persis hanya mampu mencetak rata-rata 1 gol per pertandingan, sementara lini belakang kebobolan rata-rata 1,89 gol per pertandingan. Artinya, Persis bukan hanya sulit mencetak gol, tetapi juga terlalu mudah kebobolan.

Di tengah ketidakstabilan itu, Milo sudah menurunkan 37 pemain dalam sembilan pertandingan. Rotasi besar-besaran ini menjadi bukti bahwa komposisi terbaik belum ditemukan.

Situasi ini sangat berbeda dari periode pertama Milo bersama Persis. Dari 9 Januari hingga 8 Oktober 2024, Milo memimpin tim dalam 23 pertandingan dengan hasil, 11 kemenangan, 2 imbang, dan 10 kekalahan.

Rata-rata poin per pertandingan mencapai 1,52, menunjukkan performa yang lebih stabil dan kompetitif.

Pada periode tersebut, Milo hanya menggunakan 34 pemain dan permainan tim terlihat lebih terorganisasi. Produktivitas dan pertahanan pun lebih seimbang, yakni 1,30 gol dicetak dan 1,22 gol kebobolan per pertandingan.

Tidak heran bila manajemen kembali menunjuk Milo. Namun performa pada periode kedua ini jauh dari harapan.

Dalam laga terakhir di Stadion Manahan, sebagian suporter menyerukan agar Milo segera mundur. Seruan tersebut menggambarkan meningkatnya ketidakpuasan setelah Persis kembali gagal menang.

Menanggapi kritik keras tersebut, Milo bersikeras bahwa permainan Persis sebenarnya tidak seburuk hasil akhir di lapangan.

“Ini bisa dijawab dengan mudah kalau kita melihat pertandingan, secara taktik kita tampil lebih superior,” ujar Milo.

Dia menilai Persis tampil lebih baik dibanding lawan dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Milo kembali menekankan bahwa proses adaptasi tim masih berjalan.

“Namun memang kita tidak dapat mencetak gol lebih banyak. Kita banyak memiliki pemain baru dan kita sedang membangun tim supaya jadi lebih bagus dan kita masih memiliki banyak pemain yang sedang beradaptasi,” terangnya.

Dia bahkan mencontohkan ada pemain yang baru bergabung beberapa hari sebelum pertandingan. “Sebagai contoh, kemarin ada striker yang baru datang 4 hari lalu dan kita memerlukan 4 minggu untuk tim bisa beradaptasi.”

Menurutnya, dominasi permainan adalah tanda bahwa Persis sedang menuju ke arah yang benar. “Untuk tim yang baru terbentuk dan sudah tampil mendominasi sudah cukup bagus. Memang kita harusnya bisa mencetak gol lebih banyak lagi dan saya minta untuk bertanya lebih objektif lagi,” pungkas Milo. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 1 #psbs biak