RADARSOLO.COM - Gejolak internal yang terjadi setelah Persibangga Purbalingga menjuarai Liga 4 Jateng 2025/2026 rupanya menyisakan efek berantai.
Usai euforia juara, suasana tim mendadak memanas hingga memunculkan keputusan-keputusan mengejutkan dari internal klub.
Setelah sebelumnya manajer tim menyampaikan pamit, kini giliran sejumlah pemain serta staf pelatih yang ikut angkat kaki.
Tidak tanggung-tanggung, tiga pemain yang memilih mundur justru merupakan pilar utama Persibangga sepanjang musim ini—para pemain yang selama ini menjadi motor permainan sekaligus penentu kemenangan di berbagai laga penting.
Kabar kepergian trio pemain kunci tersebut tentu menjadi pukulan besar bagi tim yang baru saja meraih prestasi tertinggi di kompetisi musim ini.
Gelombang pamitan ini memunculkan tanda tanya besar: apa sebenarnya yang terjadi di balik layar Persibangga?
Situasi ini dipastikan berdampak pada persiapan tim menuju musim berikutnya.
Manajemen Persibangga dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menambal kekosongan yang ditinggalkan para pemain inti, sekaligus menata ulang struktur tim setelah badai internal yang tak kunjung reda.
Sang Kapten Ikut Pamitan
Masalah internal yang sempat memanas setelah Persibangga Purbalingga menjadi juara Liga 4 Jateng 2025/2026 ternyata berbuntut panjang.
Kabar mengejutkan datang ketika tiga pemain kunci memutuskan hengkang. Pemain pertama yang resmi berpamitan adalah sang kapten di babak provinsi, Andre Putra.
Dalam unggahan Instagramnya, Andre menyampaikan pesan perpisahan:
“Tidak berjalan seperti yang kita inginkan, tidak ada alasan ini hanya pelajaran. Terima kasih mas bupati, mas manajer, pelatih dan rekan tim, suporter, dan seluruh masyarakat Purbalingga. Semoga ke depan Persibangga lebih baik lagi. Sekali lagi terima kasih banyak Purbalingga.”
Kepergian Andre cukup mencuri perhatian publik, mengingat ia pernah membela Persis Solo pada musim 2020 dan menjadi sosok penting di lini belakang Persibangga musim ini.
Lebih mengejutkan lagi, langkah Andre diikuti oleh dua pemain lainnya yang juga memilih pamit. Namun hingga kini, belum diketahui ke mana Andre Putra akan berlabuh setelah meninggalkan Persibangga.
Haidar Ucapkan Salam Perpisahan
Dua eks pemain Persika Karanganyar yang sukses membawa tim tersebut menjadi runner-up Liga 4 Jateng dan ajang nasional musim lalu, kembali membuat kejutan.
Setelah membantu Persibangga Purbalingga menjuarai Liga 4 Jateng 2025/2026, keduanya justru memutuskan pamit dari klub.
Dua pemain tersebut adalah Haidar Nur dan Rizki Fauzano. Keduanya menjadi sosok penting dalam perjalanan Persibangga menuju gelar juara musim ini.
Haidar mengakui keputusan hengkang bukanlah hal mudah. Dalam unggahan Instagram-nya, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh elemen tim.
“Bukan perjalanan yang mudah. Terima kasih kepada jajaran pelatih, official, manajemen, teman-teman seperjuangan, dan supporter Persibangga. Saya pribadi sangat berterima kasih kepada Mas Bupati @fahmihnf atas support-nya kepada tim musim ini. Tidak lupa juga kepada Mas Manajer @hamzah.asd, terima kasih dan maaf apabila dalam diskusi sering bertolak belakang pemikiran. Tidak ada nama di belakang lebih besar daripada lambang logo di depan kostum tim,” tulis Haidar.
Rizqi Fauzano Juga Putuskan Hengkang
Kepergian Rizqi Fauzano makin menambah daftar pemain pilar Persibangga Purbalingga yang angkat kaki setelah mengantarkan klub tersebut menjuarai Liga 4 Jateng musim 2025/2026.
Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat Rizki merupakan salah satu motor serangan paling berpengaruh di babak provinsi.
Bukan hanya tampil konsisten, Rizki juga menjadi harapan utama Persibangga dalam urusan mencetak gol. Sejumlah gol pentingnya berperan langsung mengantar Laskar Dipayuda meraih kemenangan di laga-laga krusial.
Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, ia menyampaikan pamitan yang sarat emosi.
“Assalamu’alaikum wr.wb. Saya pernah berjanji untuk membawa tim juara. Mungkin 2023 belum rezeki Persibangga, tapi tahun ini menjadi rezeki Persibangga, dan saya kembali berada di tim ini.
Senang rasanya bisa kembali ke Kota Perwira. Terima kasih Mas Bupati @fahmihnf, Mas Manajer @hamzah.asd, manajemen, rekan tim, suporter, dan seluruh masyarakat Purbalingga. Hari ini saya pamit, semoga ke depan @persibanggaid lebih baik lagi. Maaf jika ada perilaku atau tutur kata yang salah. Doa terbaik untuk Persibangga. Janji saya untuk kota kecil ini sudah terwujud, sekarang waktunya saya melanjutkan perjalanan di tempat lain,” tulis Rizki.
Keputusan hengkangnya Rizki memunculkan tanda tanya besar soal arah Persibangga ke depan, terutama karena ia adalah salah satu pilar yang berperan langsung dalam perjalanan menuju gelar juara.
Wahyu Buto Putuskan Lepas Jabatan
Selain para pemain pilar, jajaran pelatih Persibangga Purbalingga juga mulai satu per satu pamitan. Kali ini giliran pelatih teknik, Wahyu Wijiastanto, yang memilih mengakhiri kebersamaannya dengan Persibangga setelah sukses membawa tim menjuarai Liga 4 Jateng musim 2025/2026.
Mantan bek Persis Solo era 2006–2008 itu menyampaikan keputusannya melalui unggahan di akun Instagramnya @wijiastantol3. Dalam pernyataannya, Wahyu yang dikenal luas dengan sapaan Wahyu Buto itu menyampaikan pamitan dengan penuh rasa terima kasih.
“SAYA IJIN PAMIT!!! Terima kasih @persibangga.id atas semua pengalamannya.
Terima kasih kepada Mas Bupati @fahmihnf, Mas Manajer @hannzah.asd, dan seluruh suporter yang telah menerima saya dengan baik selama di Purbalingga. Tidak lupa matur suwun kepada @afianza_kadamba @fronzvisual @raptor_project07 @elphotograph62 @angka8wolu @neira.sport atas dokumentasi yang luar biasa. Semoga ke depan Persibangga lebih maju lagi. KUBANGGA!!”
Keputusan Wahyu cukup mengagetkan publik dan para pendukung Persibangga.
Sosok yang dikenal sangat dekat dengan para pemain ini memiliki hubungan khusus dengan dua gelandang penting tim, Haidar Nur dan Rizki Fauzano, yang juga pamitan lebih dulu. Kehilangan tiga figur yang berpengaruh dalam ruang ganti membuat situasi internal Persibangga menjadi sorotan. (nik)