Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Ajak Suporter Satu Barisan, Tuntutan Tetap Akan Dicarikan Solusi

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 25 Februari 2026 | 17:56 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

RADARSOLO.COM - Nasib Persis Solo makin terhimpit usai kembali gagal meraih kemenangan melawan PSBS Biak pada Sabtu (21/2/2026) lalu. Hasil ini membuat Persis tetap menjadi juru kunci di klasemen sementara Super League degan tabungan 13 poin dari 22 laga. Situasi ini membuat para suporternya jengkel dan berbuntut dengan aksi turun ke lapangan sempat viral.

Dalam aksi tersebut, suporter meminta untuk Head Coach Persis Solo Milomir Seslija keluar dari klub karena tak kunjung memberikan hasil kemenangan. Selain itu, keputusan taktis Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- dianggap para suporter merugikan tim. Selain meminta keluarnya pelatih, dalam aksi tersebut suporter meminta manajemen bergerak cepat dan serius dalam menyelamatkan Persis Solo untuk tetap bertahan di Super League musim depan.

“Kami ingin Milo out, bukan hanya karena performa yang buruk tapi juga karena ada indikasi Milo ‘bermain’. Terbukti dari beberapa pertandingan yang cukup aneh. Saat babak pertama tampil on fire, babak kedua melakukan pergantian yang malah membuat permainan merosot dan cenderung membahayakan,” protes para suporter.

Pihak manajemen Persis Solo menerima masukkan tersebut dan langsung memberikan pernyataan tegas dengan mengultimatum, Milomir Seslija untuk wajib meraih 6 poin di laga-laga berikutnya.

Namun di sisi lain, pihak manajemen sedikit menyesalkan dengan aksi yang dilakukan teman-teman suporter. Pihak klub menilai bentuk penyampaian aspirasi tetap harus berada dalam koridor yang benar.

Sementara itu, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan menegaskan, meluapkan kekecewaan merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. Akan tetapi tindakan yang melanggar aturan tidak seharusnya dilakukan.

“Meluapkan kekecewaan boleh, tapi hal-hal yang tidak diizinkan ayo kita samakan persepsi,” ujarnya.

Dia menilai tindakan suporter yang turun dari tribun ke area lapangan menjadi contoh yang perlu dievaluasi bersama. Kejadian tersebut diharapkan tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Menurut Ginda, klub tidak menutup mata terhadap aspirasi suporter. Manajemen justru mengaku ikut merasakan tekanan yang sama karena seluruh elemen tim menginginkan hasil terbaik di setiap pertandingan.

Ginda kembali menegaskan bahwa manajemen selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi tim. Namun proses perbaikan performa membutuhkan dukungan semua pihak agar bisa berjalan maksimal.

"Tindakan-tindakan terhadap segala kekecewaan, tim mendengarkan dan tim juga ikut merasakan. Tetapi semangat daripada sportivitas dan sepak bola juga jangan didiamkan," ujarnya.

Selain itu, Ginda mengingatkan pentingnya menjaga keamanan pertandingan. Situasi yang kondusif dinilai menjadi faktor penting agar pemain dapat fokus tampil di lapangan.

Dia mencontohkan sejumlah insiden di stadion lain yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kejadian-kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas bersama.

Salah satu peristiwa yang disinggung adalah tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menjadi pelajaran penting bagi dunia sepak bola nasional.

"Ada kejadian di beberapa stadion sebelumnya, terakhir di Persib misalnya, bahkan ada beberapa kasus yang harusnya tidak perlu terjadi seperti kanjuruhan.  Kita juga berpikir, secara tim kita ingin maksimal, secara pertandingan kita ingin membuatnya senyaman mungkin," pungkasnya.

Melalui insiden tersebut, manajemen berharap komunikasi antara klub dan suporter dapat terus diperkuat. Dengan saling memahami posisi masing-masing, dukungan terhadap Persis Solo diharapkan tetap terjaga tanpa mengganggu fokus tim yang berupaya bangkit dari zona degradasi dan bertahan di Super League musim depan. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #milomir seslija #liga 1 #psbs biak