RADARSOLO.COM – Harapan Persis Solo memetik kemenangan kandang kembali pupus. Menjamu PSBS Biak pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam, Laskar Sambernyawa harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 1-1.
Bertanding di hadapan 5.414 penonton, Persis belum juga mampu memutus tren tanpa kemenangan di kandang musim ini.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Persis yang sedang berupaya bangkit dari rentetan hasil kurang memuaskan.
Namun tambahan satu poin belum cukup mengerek posisi tim dan justru memperpanjang catatan kurang meyakinkan saat bermain di rumah sendiri.
Sebelum kickoff, atmosfer stadion sempat larut dalam suasana haru. Ribuan suporter menyanyikan anthem “Satu Jiwa” untuk mengenang almarhum Hendra Gunawan bin Alwi Yuswo atau Zoelham, pencipta lagu kebanggaan Persis yang berpulang beberapa hari lalu.
Gemuruh suara suporter menjadi penghormatan terakhir sebelum laga dimulai.
Begitu peluit awal dibunyikan, PSBS Biak langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun laga berlangsung cukup hati-hati dan kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya di menit-menit awal. Ancaman pertama PSBS berhasil dipatahkan Luka Dumancic.
Persis merespons dengan peluang Bruno Gomes pada menit ke-12, tetapi sundulannya masih mampu diamankan kiper Kadu.
Tekanan Persis berlanjut pada menit ke-18 ketika sepakan Gomes ditepis dan bola liar gagal dimanfaatkan Dimitri Lima.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-29 lewat gol Dimitri Lima yang memanfaatkan umpan matang Zanadin Faris.
Keunggulan 1-0 tersebut menjadi buah dari dominasi Persis sepanjang babak pertama. Hingga turun minum, skor tak berubah meski peluang tambahan tercipta.
Memasuki babak kedua, Persis meningkatkan intensitas permainan. Sejumlah peluang kembali lahir, namun penyelesaian akhir kembali menjadi masalah yang membuat keunggulan tak kunjung bertambah.
Tim pelatih mencoba merotasi pemain untuk menjaga ritme permainan. Di kubu lawan, PSBS juga merespons dengan pergantian pemain demi memperbaiki struktur permainan.
Kerja keras PSBS akhirnya membuahkan gol penyama pada menit ke-80. Umpan silang yang dilepaskan dari sisi sayap berhasil disambar Luquinhas dengan sundulan yang tak mampu dijangkau Vukasin Curanes.
Skor berubah menjadi 1-1 dan laga semakin berjalan terbuka.
Persis berusaha melakukan tekanan akhir, termasuk peluang Arkhan Kaka yang hampir membawa tim kembali unggul di masa tambahan waktu. Namun Kadu kembali tampil gemilang menggagalkan sundulan tersebut. Hingga peluit akhir, skor imbang tidak berubah.
Pelatih PSBS Biak Marian Mihail menilai anak asuhnya tampil solid sepanjang pertandingan.
“Kami bermain sesuai rencana latihan. Malam ini kami agresif dan hasilnya bisa dilihat sendiri,” ujarnya.
Sebaliknya, pelatih Persis Solo, Milomir Šešlija, merasa timnya layak mendapat hasil lebih baik. Menurutnya, dominasi permainan tidak selalu berbuah kemenangan.
“Hari ini kami bermain baik dan menciptakan banyak peluang. Sementara lawan hanya punya satu crossing dan berbuah gol. Inilah kejamnya sepakbola. Anak-anak sudah memberikan segalanya,” katanya.
Hasil imbang ini membuat Persis semakin tertekan di dasar klasemen. Hingga pekan ke-22, Persis tertahan di peringkat ke-18 dengan 13 poin.
Mereka terpaut tiga poin dari Semen Padang FC di posisi ke-17 yang mengantongi 16 poin, serta lima poin dari PSBS Biak di peringkat ke-16 dengan 18 poin.
Situasi tersebut membuat langkah Persis keluar dari zona degradasi semakin berat.
Jika performa, terutama pada laga kandang, tidak segera diperbaiki, jarak dengan tim-tim di atasnya bisa semakin melebar dan mengancam peluang bertahan di kompetisi musim depan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy