Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bruno Gomes dan Febri Hariyadi Masih Belum Menjawab Ekspektasi di Persis Solo, Ini Catatan Debut Kedunya

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 26 Februari 2026 | 17:50 WIB

BUTUH ADAPTASI: Striker baru Persis Solo Bruno Gomes  dikawal pemain PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu (21/2).   
BUTUH ADAPTASI: Striker baru Persis Solo Bruno Gomes  dikawal pemain PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu (21/2).  

RADARSOLO.COM - Dua nama baru yang diharapkan menjadi pembeda justru menjalani debut yang belum sepenuhnya menjawab ekspektasi. Bruno Gomes dan Febri Hariyadi sama-sama mencatatkan penampilan perdana bersama Persis Solo saat menjamu PSBS Biak. Namun laga tersebut berakhir tanpa kisah manis bagi keduanya.

Bruno datang membawa reputasi sebagai ujung tombak yang diharapkan bisa menambah daya gedor lini depan. Sementara Febri digadang-gadang memberi akselerasi dan kreativitas dari sisi sayap. Keduanya sempat memunculkan optimisme baru di tengah situasi tim yang masih mencari konsistensi.

Sebelum pertandingan, Bruno terlihat begitu siap. Ia menyebut kondisi fisiknya prima dan termotivasi untuk membantu Persis meraih kemenangan di kandang sendiri.

“Saya rasa kondisi saya baik dan saya sadar laga nanti adalah penting bagi kami. Saya percaya dengan tim ini dan merasa saya bisa melakukan banyak hal untuk meraih hasil baik,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (20/2).

Keyakinan itu menjadi sinyal bahwa dia ingin membuktikan diri bukan sekadar tambahan kuota asing, tetapi solusi atas seretnya produktivitas Persis. Namun realitas di lapangan berkata lain.

Secara statistik, Bruno mencatat dua tembakan tanpa satu pun tepat sasaran. Satu tembakan diblok, sisanya melenceng. Nilai expected goals (xG) 0,25 menunjukkan peluang yang dia terima belum tergolong peluang emas.

Keterlibatannya dalam permainan pun terbatas—hanya 21 sentuhan sepanjang laga. Dari 12 umpan, delapan akurat (67 persen), termasuk enam dari sembilan umpan di area lawan. Tetapi belum cukup progresif untuk menghadirkan peluang bersih.

Bruno juga memenangi dua dari enam duel darat dan dua dari empat duel udara, tiga kali melakukan pelanggaran, satu kali offside, serta tiga kali recovery. Debutnya lebih banyak menampilkan proses adaptasi ketimbang dampak langsung.

Di sisi lain, penampilan perdana Febri Hariyadi berjalan dalam pola yang serupa. Harapan besar publik agar ia memberi warna berbeda dari sisi sayap belum terjawab sepenuhnya. Meski begitu, Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija, tetap memberi apresiasi.

“Tadi Febri masuk dan bermain dengan sangat baik. Kami menciptakan banyak peluang, setidaknya tujuh sampai delapan. Hanya saja dia belum banyak membuat peluang,” ujar pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.

Secara data, kontribusi Febri memang masih minim. Ia membukukan delapan umpan, tanpa assist, tanpa umpan kunci, tanpa dribel sukses, dan tanpa umpan silang berbahaya.

Di sisi bertahan, ia melakukan satu tekel, satu recovery, dan satu clearance. Tidak ada pelanggaran maupun kartu.

Milo menilai faktor kebugaran kompetitif menjadi kendala utama Febri. Minimnya menit bermain di paruh pertama musim membuatnya harus beradaptasi kembali dengan ritme pertandingan.

“Mungkin pemain terlihat fit, tetapi tingkat kebugarannya belum kembali karena lama tidak bermain, jadi harus beradaptasi lagi,” jelasnya.

Pada akhirnya, debut Bruno dan Febri menjadi fase pengenalan, bukan panggung pembuktian. Harapan besar publik Solo masih menunggu realisasi di laga-laga berikutnya. Waktu dan konsistensi kini akan menentukan apakah keduanya mampu mengubah awal yang antiklimaks menjadi cerita kebangkitan bersama Persis Solo. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1 #psbs biak