Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ditunjuk Persis Solo Saat Kondisi Kritis, Milomir Seslija: “Hanya Saya yang Paham Situasinya”

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 27 Februari 2026 | 21:15 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

RADARSOLO.COM– Situasi Persis Solo kian genting. Laskar Sambernyawa terbenam di dasar klasemen sementara Super League 2025/2026 (Liga 1) dengan koleksi 13 poin.

Tekanan publik membuncah, terutama setelah keputusan manajemen menunjuk kembali Milomir Seslija sebagai pelatih kepala.

Penunjukan itu menuai pro dan kontra. Sebab, pada musim 2024/2025 lalu, Milo juga belum mampu membawa Persis tampil stabil. Suporter pun mempertanyakan alasan manajemen kembali mempercayakan kursi pelatih kepadanya di tengah situasi yang semakin krusial.

Menjawab kegelisahan tersebut, Milo akhirnya buka suara dalam pertemuan terbuka bersama suporter, Kamis (26/2/2026).

Forum itu berlangsung dalam suasana serius, penuh kritik, sekaligus harapan. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari alasan kembalinya ia ke Solo hingga problem internal tim.

Milo menegaskan bahwa keputusannya kembali bukan langkah spontan.

Dia merasa memiliki tanggung jawab moral sekaligus keyakinan bahwa dirinya memahami situasi Persis lebih baik dibanding pelatih lain. Menurutnya, kondisi klub saat ini memang tidak mudah.

“Saya tahu situasi sulit di Persis Solo karena saya yang bisa membantunya, ini bukan pekerjaan yang mudah. Banyak pelatih yang didatangkan tapi mereka tidak mau datang, banyak pemain yang ingin datang tapi mereka tidak datang,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa pemilik klub yang langsung menghubunginya.

Manajemen, lanjutnya, menilai hanya dia yang memahami karakter kompetisi dan dinamika internal skuad. Dengan bekal pengalaman sebelumnya, ia merasa memiliki peta persoalan yang lebih jelas.

“Pemilik klub menghubungi saya karena mereka tahu hanya saya yang bisa memperbaiki masalah ini karena saya tahu situasinya, saya tahu liganya dan saya tahu bagaimana pemainnya,” tegasnya.

Milo juga membandingkan dua periode kepelatihannya di Persis Solo. Pada periode pertama, Milo mengeluhkan bahwa kondisi tim menjual pemain-pemain terbaiknya dan membawa pemain lokal divisi kedua yang bahkan belum merasakan intensitas divisi utama liga Indonesia.

"Periode sebelumnya, mereka menjual pemain terbaik dan pemain lokalnya juga. Mereka membawa pemain lokal divisi kedua yang bahkan belum pernah merasakan bertanding di divisi pertama," jelasnya.

Kini di periode terbaru, Milo menyebut ada kesamaan visi antara dirinya dan manajemen.

Dia mengidentifikasi masalah utama tim sebelumnya adalah terlalu mudah kebobolan, minim komunikasi, serta munculnya dua kelompok dalam ruang ganti. Tiga laga awal sempat berat, tetapi ia mengklaim kondisi internal mulai membaik.

Empat pertandingan terakhir menjadi pijakan optimisme.

Menghadapi tim kuat seperti Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung, Milo menilai performa tim menunjukkan progres signifikan. Namun satu persoalan klasik belum juga teratasi.

“Masalah kita selalu tentang mencetak gol dan seorang playmaker,” tandasnya.

Kini pembuktian tak bisa lagi ditunda. Laga melawan Persik Kediri pada Minggu (1/3/2026) di Stadion Manahan menjadi ujian nyata bagi Milo dan anak asuhnya. Sebelumnya, tim sudah mendapat ultimatum untuk mengamankan enam poin dari dua laga kandang.

Pertandingan di Manahan bukan sekadar soal tiga angka. Itu adalah momentum untuk memulihkan kepercayaan publik Solo yang mulai menipis.

Jika target enam poin gagal terpenuhi, tekanan terhadap Milo dipastikan semakin besar, dan posisi Persis di jurang degradasi kian nyata. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 1 #psbs biak