Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Empat Fakta Menarik Persis Solo vs Persik Kediri: Duel Panas Tentukan Nasib Pelatih dan Kutukan yang Tak Kunjung Berhenti

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:11 WIB

Gelandang Persis Solo Sutanto Tan dikawal ketat pemain Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Jumat malam (14/2).
Gelandang Persis Solo Sutanto Tan dikawal ketat pemain Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Jumat malam (14/2).

RADARSOLO.COM – Persis Solo kembali menjalani laga krusial dalam upaya keluar dari zona degradasi ketika menjamu Persik Kediri pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, Minggu (1/3/2026) di Stadion Manahan.

Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal nasib pelatih Milomir Seslija yang berada di ujung tanduk.

Pelatih 61 tahun itu mendapat ultimatum dari manajemen: enam poin dari dua laga kandang, yakni kontra Persik dan Persijap Jepara.

Tekanan kian berat setelah Persis belum memperlihatkan peningkatan signifikan meski sudah memborong 17 pemain anyar pada bursa transfer paruh musim.

Di sisi lain, Persik datang dengan modal optimisme. Meski di laga terakhir kalah 3-4 dari Bhayangkara Lampung FC, lini ofensif Macan Putih tetap menjanjikan. Pelatih Marcos Reina menilai persiapan cukup panjang membuat timnya lebih siap.

“Kami punya pekan yang lebih panjang untuk berlatih. Ini memberi kesempatan memperbaiki fisik, taktik, dan detail lain,” ujar Marcos melalui laman resmi klub.

1-Kontras Performa Dua Tim

Lima laga terakhir menunjukkan tren berlawanan. Persis tanpa kemenangan—tiga imbang dan dua kalah—dengan hanya mencetak tiga gol dari sekitar 70 percobaan tembakan.

Produktivitas peluang sebenarnya cukup baik. Nilai expected goals (xG) mencapai 4,06 saat melawan Madura United dan 1,56 kontra PSBS Biak. Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Persik justru tampil lebih klinis. Mereka mencetak 10 gol dari 58 tembakan, dengan shot on target yang konsisten tinggi.

Serangan banyak dibangun dari dalam kotak penalti, membuat peluang lebih berbahaya.

Akan tetapi, lini belakang Persik masih rapuh. Dalam lima laga terakhir, rata-rata kebobolan mereka lebih dari dua gol per pertandingan. Bahkan ketika menguasai bola hingga 67 persen pun, lini belakang tetap mudah ditembus.

Secara karakter permainan, Persis lebih stabil dalam bertahan namun tumpul di lini depan.

Sebaliknya, Persik agresif dalam menyerang tetapi rentan kebobolan. Kombinasi ini membuat duel di Manahan diprediksi berlangsung terbuka.

2-Polemik Penurunan Performa Babak Kedua

Tren tanpa kemenangan Persis juga dibayangi sorotan suporter terkait performa tim yang menurun drastis setelah turun minum.

Laga kontra PSBS Biak, Sabtu (21/2), menjadi contoh paling jelas. Babak pertama cukup menjanjikan, tetapi konsistensi hilang di paruh kedua hingga berujung kebobolan.

Sorotan meningkat ketika Dimitri Lima ditarik keluar meskipun tampil cukup apik. Banyak suporter menilai keputusan itu sebagai titik balik menurunnya permainan Persis.

Dalam forum bersama suporter di Persis Store & Cafe, Kamis (26/2), Milo menjawab langsung keresahan tersebut.

Dia menegaskan pergantian bukan soal taktik, melainkan faktor kebugaran pemain anyar yang tak ideal.

“Banyak pemain datang tanpa waktu bermain selama 2–3 bulan. Mereka belum punya match fitness,” jelasnya.

Dia mencontohkan Dimitri yang terakhir bermain kompetitif pada November. Jeda panjang membuat kebugaran tandingnya belum pulih.

“Pertandingan terakhirnya di bulan November. Jadi dia tidak bertanding selama dua setengah bulan,” ujar Milo.

Dia menambahkan, pergantian dilakukan berdasarkan komunikasi dengan pemain dan data alat pelacak kebugaran.

“Setelah bermain 60 menit, Dimitri bilang ‘coach, kalau saya main lebih satu menit lagi, saya tidak akan bisa bergerak’,” katanya.

Milo juga menyoroti masalah chemistry lini tengah yang belum stabil. Zanadin dan Alba disebut kelelahan, sementara kombinasi pemain baru membutuhkan waktu adaptasi.

3-Waktu Milo Makin Menipis

Dengan ultimatum enam poin, dua laga ke depan menjadi penentu masa depan Milo di Persis Solo sekaligus menentukan posisi Laskar Sambernyawa di papan klasemen.

Gagal meraih poin penuh dalam dua pertandingan itu bisa memperkeruh suasana internal tim yang saat ini sudah cukup tertekan.

Sebaliknya, dua kemenangan beruntun bisa menjadi titik balik yang selama ini ditunggu-tunggu suporter.

Bagi Persis, tidak ada lagi ruang untuk kehilangan momentum. Status sebagai juru kunci jelas bukan kondisi yang diinginkan.

Suporter dan masyarakat Solo Raya sudah terlalu lama dibayangi rentetan hasil buruk yang tak kunjung berhenti.

Mereka tidak ingin melihat tim kebanggaannya semakin dekat ke jurang degradasi yang kian terbuka.

Kemenangan atas Persik Kediri bisa menjadi obat lega pertama, sekaligus pintu pembuka untuk memulai kebangkitan yang sudah lama ditunggu-tunggu publik Manahan.

4-Prediksi Susunan Pemain

Laga Persis Solo melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Minggu malam (1/3/2026), bisa dibilang menjadi duel penting bagi kedua kesebelasan.

Persis tengah berupaya keras memutus “kutukan” tak pernah menang di kandang sepanjang musim ini.

Kemenangan di hadapan pendukung sendiri menjadi harga mati untuk mengangkat posisi tim dari papan bawah.

Di sisi lain, Persik Kediri juga tidak datang sebagai tim tamu tanpa target.

Macan Putih ingin membawa pulang poin dari Manahan, sekaligus menjaga momentum mereka di papan tengah.

Situasi itu membuat pertandingan diprediksi berlangsung sengit.

Kedua tim akan tampil habis-habisan demi tiga poin penuh.

Persis pun disinyalir kembali meracik komposisi pemain berbeda.

Maklum, hampir separuh skuad saat ini diisi wajah baru yang membutuhkan menit bermain guna menunjukkan kualitas sekaligus beradaptasi dengan ritme tim.

Sejumlah pemain anyar menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam membangun chemistry di lapangan bersama rekan-rekan barunya.

Dengan motivasi tinggi dari kedua pihak, duel di Manahan diyakini bakal berlangsung panas dan penuh tensi sejak menit awal.

Berikut prediksi perkiraan pemain kedua tim: 

Persis Solo (3-4-3):

Vukasin Vranes; Dušan Mijić, Kadek Raditya, Luka Dumančić; Nico, Andrei Alba, Zanadin Fariz, Jefferson Carioca; Dimitri Lima, Febri Hariyadi, Roman Paparyha.

Persik Kediri (4-3-3):

Leonardo; Rendy Sanjaya, Sabater, Hehanusa, Henhen Herdiana; Luna, Adi Eko, Ernesto Gomez; Jon Toral, E. Walian, José Enrique.

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo