RADARSOLO.COM - Rasa frustasi menggelayuti pikiran pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija yang akhirnya buka suara kepada suporter dalam sebuah forum terbuka yang terlaksana pada, Kamis (26/2/2026) malam di Persis Solo Store & Cafe.
Tekanan demi tekanan yang ia rasakan untuk bisa menyelamatkan Persis Solo dari jurang degradasi membuatnya curhat dengan mengatakan menjadi pelatih di Asia itu sulit.
Bahkan rasa frustasinya tersebut ia gambarkan dengan menyebut nama pelatih kondang asal Italia, Fabio Capello. Milomir Seslija mengatakan bahwa melatih di Asia begitu minim menerima apresiasi dari suporter maupun media.
"Saya akan mengatakan bahwa Fabio Capello berbicara tidak bagus bermain di Cina karena di Asia, sangat sulit untuk menjadi pelatih," ucap Milomir Seslija kepada suporter yang hadir dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Bosnia ini mengklaim bahwa Liga Indonesia merupakan liga tersulit untuk seorang pelatih karena tingginya ekspektasi dan tekanan yang datang dari suporter.
Saking sulitnya, permainan bagus jarang mendapatkan apresiasi. Namun untuk sebuah permainan buruk tapi menghasilkan kemenangan justru mendapatkan sambutan yang luar biasa dari penonton.
"Salah satu liga tersulit di dunia untuk pelatih adalah Liga Indonesia. Kamu bisa bermain jelek tapi menang, suporter bisa memberi tepuk tangan. Namun saat bermain bagus tapi hasilnya hanya imbang, kita jarang mendapatkan apresiasi," terangnya.
Milo juga berharap pada publik Manahan untuk berhenti menyerang timnya, terlebih setelah insiden yang dialami Zanadin Fariz di laga menghadapi PSBS Biak. Sang pemain menerima protes berlebihan dari penonton meski tampil menawan di laga tersebut.
Bahkan Zanadin tercatat seabgai Young Player of the Week, pencapaian tersebut membuat Milo berupaya melindungi pemain-pemain mudanya dari serangan penonton yang tidak objektif menilai permainan timnya.
"Namun kemarin, kenapa kalian menyerang Zanadin dan Althaf, saya tahu ini bukan keinginan kalian. Lihat, Zanadin mencetak gol melawan Semen Padang," ucapnya.
"Zanadin mulai menangis setelah pertandingan berakhir dan minta maaf ke saya. Kenapa harus minta maaf? Zanadin adalah pemain terbaik saya. Lihat, 4 pertandingan di bawah asuhan saya, dia mendapatkan panggilan untuk bermain bersama Timnas."
"Itulah bukti bahwa dia berkembang, tapi memang kita tidak beruntung dan belum menuai hasil. Itulah kenapa saya sangat sedih. Jangan serang kami, kami juga ingin menang. Jangan seperti suporter tim lain, ketika tim menang luar biasa dan saat kalah justru menghujat," pungkasnya.
Selain itu, Seslija menekankan pentingnya dukungan suporter sebagai energi tambahan bagi tim. Menurutnya, suasana positif di stadion dapat meningkatkan motivasi pemain dan mengurangi tekanan mental yang dialami, terutama bagi para pemain muda yang sedang meniti karier.
Pelatih berusia 61 tahun itu berharap laga-laga berikutnya bisa menjadi titik balik Persis Solo untuk keluar dari tekanan zona degradasi.
“Kami akan berjuang sekuat tenaga, dan dukungan kalian sangat penting agar semangat tim tetap tinggi,” pungkasnya.
Laga berikutnya, Persis Solo akan menghadapi Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026 pada pekan ke-23 yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo.
Pertandingan ini jadi penentuan nasib baik untuk Persis Solo atau Milomir Seslija karena sang pelatih diwajibkan meraih kemenangan setelah menerima ultimatum dari manajemen. Sementara untuk Persis, kemenangan wajib diperoleh untuk tetap membuka kesempatan lolos dari zona degradasi. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy