Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Frustasi Tak Kunjung Menang, Milomir Seslija Mulai Percaya Persis Solo Kena Sihir

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:03 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

RADARSOLO.COM – Hasil imbang di tiga laga terakhir membuat Persis Solo seperti dikutuk untuk sulit meraih kemenangan.

Meski mampu menciptakan peluang cukup banyak, tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu kesulitan menaklukkan gawang lawan.

Akibatnya, posisi Persis Solo kini berada di dasar klasemen sementara Super League 2025/2026, membuat suporter semakin gelisah.

Frustasi tampak dirasakan seluruh elemen klub, tak terkecuali pelatih kepala Milomir Seslija. Pelatih berusia 61 tahun itu bahkan mengungkapkan perasaan anehnya, seolah timnya terkena “sihir”.

Ungkapan tersebut disampaikannya saat bertemu langsung dengan para suporter dalam forum terbuka pada Kamis (26/2) malam di Solo.

"Namun saya bisa bilang sepanjang hidup saya tidak pernah seperti ini. Saya pikir seseorang telah menyumpahi kita, bayangkan ini seperti sihir," ucap Milomir Seslija kepada suporter.

Milo sendiri merasa aneh dengan kondisi timnya karena berhasil menciptakan banyak peluang namun gagal meraih kemenangan.

Bentuk-bentuk kesialan itu seperti gagalnya pinalti, kiper tim lawan tampil begitu apik, hal-hal tersebut berada di luar kuasanya yang berupaya mencari kemenangan.

"Cukup aneh juga jika kita tidak bisa mencetak gol karena kita memiliki banyak peluang bahkan bisa cetak skor 2-2. Misalnya ada kejadian kita tidak bisa cetak gol pinalti, ada kiper yang bermain bagus itu di luar kuasa saya," tambahnya.

Selain merasa dikutuk, Milo menyoroti masalah keputusan pemain yang masih terkesan egois saat mendapatkan peluang di depan gawang.

Memang di lima laga terakhir, beberapa pemain Persis Solo tampak ingin tampil sebagai pahlawan yang menyelamatkan tim lewat kemampuan mereka. Namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan sang pemain.

"Dua laga terakhir kita berhasil menciptakan banyak peluang tapi minim gol. Ini bukan masalah taktik teman-teman, kita memiliki kreatifitas tapi masalahnya adalah saat mengambil keputusan. Keputusan semua bergantung pada pemain, terkadang beberapa pemain bersikap egois," ujarnya.

Untuk menekan kesalahan tersebut, Milomir Seslija membawa sebuah program latihan yang tidak diterapkan oleh pelatih sebelumnya.

Dia bahkan secara terbuka menyebut bahwa metode latihan detail untuk penyelesaian akhir semacam ini kurang mendapat porsi di era kepelatihan sebelumnya.

Perubahan ini diharapkan bisa mengurangi keputusan kurang baik dari pemain yang ingin tampil individual dalam tim.

Selain itu harapannya, perubahan pada porsi latihan juga berdampak pada hasil yang maksimal kala bersua Persik Kediri pada Minggu (1/3) mendatang.

"Pelatih sebelum saya, tidak memiliki program latihan. Saya mengubah banyak porsi latihan menyesuaikan kebutuhan pemain juga dengan pemain kurang lebih cukup egois dengan penyelesaian yang kurang baik. Sekarang kita harus mengubah porsi latihan supaya bisa mengantisipasi permainan Persik Kediri besok."

Perubahan diharapakan membawa angin segara kala Persis Solo menghadapi Persik Kediri besok, Minggu (1/3/2026) di Stadion ManSituasinya

Pasalnya jika tidak meraih hasil kemenangan, Persis Solo makin kesulitan untuk bisa lolos dari zona degradasi dan bertahan di Super League musim depan.

Hasil kurang maksimal juga bisa jadi penentu nasib Milomir Seslija, sebab sebelumnya sang pelatih sudah terkena Ultimatum dari manajemen. Milo diharapkan mampu membawa 6 poin dengan meraih kemenangan atas Persik Kediri dan Persijap Jepara. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis