Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Eks Persis Solo Turun Gunung, Persiharjo Sukoharjo dapat pembelajaran dari PS Mars All Star,

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 1 Maret 2026 | 18:47 WIB

LAGA PERSAHABATAN: Persiharjo Sukoharjo jalani uji coba dengan PS Mars All Star di Stadion Gelora Merdeka, Sabtu sore (28/2).
LAGA PERSAHABATAN: Persiharjo Sukoharjo jalani uji coba dengan PS Mars All Star di Stadion Gelora Merdeka, Sabtu sore (28/2).

RADARSOLO.COM – Dalam masa persiapan menuju babak nasional Liga 4, Persiharjo sukoharjo menjalani laga uji coba menghadapi Mars Solo All Star di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo, Sabtu (28/2) sore. Pertandingan ini menjadi bagian dari proses pematangan tim setelah melewati fase regional. Meski berlabel uji coba, duel berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat evaluasi.

Laga semula dijadwalkan kickoff pukul 15.00, namun hujan deras yang mengguyur Sukoharjo membuat pertandingan baru dimulai sekira satu jam kemudian. Kondisi lapangan yang basah sempat memengaruhi tempo permainan di awal laga. Mars Solo All Star berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Mars tidak asal main. Eks pemain Persis Solo dikumpulkan, mulai dari Chandra Waskito, Bayu Nugroho, Irfan Afghoni, Agung Wowot, Arif Mustofa, Akbar riansyah, dan Yulius Pamungkas

Kendati kalah, pelatih Persiharjo Sukoharjo Dwi Joko Prihatin menegaskan, hasil bukan tujuan utama. Menurutnya, laga ini adalah bagian dari proses membaca kedalaman skuad dan mengukur efektivitas skema permainan. Evaluasi menyeluruh akan menjadi dasar pembenahan sebelum tampil di fase nasional.

“Setelah babak regional kita mempersiapkan untuk putaran nasional kita evaluasi di regional kemarin sehingga untuk meningkatkan kualitas tim kita menambah beberapa pemain. Harapan kami bisa meningkatkan kualitas dan bisa bicara lebih banyak." ujar Dwi Joko, usai pertandingan.

Dwi Joko menambahkan bahwa tambahan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan taktis. Dia tidak terpaku pada reputasi individu, termasuk soal status top skor. Baginya, keseimbangan tim jauh lebih penting dibanding sekadar produktivitas satu posisi.

“Kami melihat pemain bukan secara individual sebagai top skor atau tidak. Intinya adalah kebutuhan tim bahwasannya nomor sembilan, yang punya tugas mencetak gol bukan hanya striker,” terangnya.

Dia menekankan bahwa tanggung jawab mencetak gol adalah kolektif. Skema permainan dirancang agar setiap lini memiliki kontribusi dalam membangun serangan. Filosofi tersebut menjadi fondasi dalam meracik komposisi pemain menuju fase nasional.

“Bagi saya yang penting tim menang, tim bisa mencetak gol siapapun itu posisi pemainnya. Jadi saya tidak terlalu fokus mencari pemain penyerang. Yang penting tim saya dengan skema yang saya buat, tim saya bisa mencetak gol,” tuturnya

Sejauh ini, Persiharjo Sukoharjo sudah mendatangkan 6 pemain yakni Putra Pratama (GK) berasal dari Persitema Temanggung, Ali Shodig (ST), Arfendy Azka (DMF), Anugerah Sayaifullah (FW) dan ketiganya berasal dari PSIK Klaten. Lalu kedua pemain baru juga didatangkan dari Persipur Purwodadi yakni Aditya Wibawa (FW) dan Tri Widodo (AMF).

Dengan amunisi tersebut dan waktu persiapan yang terus berjalan Persiharjo menyadari babak nasional akan menghadirkan tantangan berbeda. Intensitas pertandingan dipastikan meningkat dan kualitas lawan lebih merata. Karena itu, setiap uji coba menjadi laboratorium penting untuk menyempurnakan struktur permainan sebelum benar-benar berbicara di level nasional. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #persiharjo sukoharjo #bayu nugroho #Mars