RADARSOLO.COM - Persis Solo akhirnya mengakhiri puasa kemenangan di laga kandangnya pada Minggu (1/3/2026) lalu setelah menang atas Persik Kediri dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League 2025/2026 pada pekan ke-23. Dalam laga tersebut ada hal menarik yang jadi momen krusial kemenangan Laskar Sambernyawa, yakni pergantian pemain pada penjaga gawang.
Anda tidak salah mendengar, pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija melakukan perjudian dalam laga melawan Macan Putih lalu dengan menggantikan Vukasin Vranes dengan Muhammad Riyandi.
Padahal sepanjang laga berjalan, Vukasin tampil begitu solid apalagi dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Pelatih berkebangsaan Bosnia ini mengatakan bahwa pergantian dilakukan untuk memaksimalkan 7 pemain asing untuk bisa bermain di depan. Ternyata di lapangan, perjudian yang dilakukan Milo berbuah manis dengan Persis Solo berhasil menang 2-1 dengan gol indah Roman Paparyha yang menjadi penentu.
Baca Juga: Dimitri Lima Dihantam Hamstring, Persis Solo Dibayangi Kekhawatiran Jelang Tandang ke Jepara
Tak cuma itu, Muhammad Riyandi membalas kepercayaan sang pelatih dengan melakukan dua penyelamatan krusial yakni menepis tendangan pinalti Ezra Walian dan menghalau peluang Persik Kediri di menit-menit akhir.
Mengomentari pergantian pemain tersebut, Milomir Seslija mengatakan bahwa dirinya berani mengambil risiko dengan meniru langkah Jose Mourinho. Bahkan Milo berkata, dirinya lebih berani dengan mengambil risiko untuk 45 menit bermain.
"Saya tahu beberapa orang akan menanyakan ini karena Vukasin tampil begitu luar biasa di beberapa pertandingan terakhir. Namun saya mengambil risiko, jika Jose Mourinho bisa mengambil risiko dalam beberapa menit, saya bisa ambil risiko itu selama 45 menit. Saya tahu kami butuh kemenangan dan memainkan 7 pemain asing di depan untuk memenangkan pertandingan," ujarnya Milo kepada awak media.
Lebih lanjut, Milo sendiri menyoroti keputusan terkait pinalti yang didapatkan oleh Persik Kediri. Pelatih berusia 61 tahun tersebut mengatakan bahwa Altaf tidak secara aktif menggunakan tangan untuk menghalau bola masuk ke gawang, namun wasit menilai pemain berusia 23 tahun tersebut sengaja dan layak diganjar kartu merah.
"Meskipun penalti tadi mungkin seharusnya tidak menjadi penalti, kami berpikir akan kalah. Namun saya pikir bahwa ada beberapa keadilan di situasi itu, mungkin bisa jadi sebuah karma untuk mereka," ucapnya.
Baca Juga: Baru Cetak Gol di Sriwedari, Kushedya Hari Yudo Malah Cedera Parah! Begini Kondisinya Sekarang
Milomir Seslija sendiri kembali menegaskan bahwa kemenangan Persis Solo ini merupakan buah atas kerja keras para pemain yang akhirnya berhasil menunjukkan karakter yang ia inginkan.
Terlebih, keberuntungan kini berpihak pada Laskar Sambernyawa setelah beberapa laga terakhir terasa keberuntungan tidak berpihak pada tim asal kota Surakarta tersebut.
"Apa yang kami lakukan dengan baik dalam latihan, pressing dan bekerja sangat keras, tidak seorang pun percaya bahwa kuatnya karakter terkadang dapat mengubah keberuntungan, itulah sepak bola," ungkapnya.
Pelatih yang akrab disapa Milo ini mengakui pemainnya di babak pertama menunjukkan perforema yang sangat bagus.
"Saya bukan pahlawan tapi pemain sayalah yang telah berjuang. Saya bangga dengan mereka," pungkasnya.
Tambahan tiga poin memang mendongkrak moral Persis. Meski demikian, posisi di klasemen belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Tantangan berikutnya sudah menanti saat Persis bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3).
Laga tandang tersebut diprediksi tidak mudah. Selain lawan yang sedang dalam tren positif, waktu persiapan Persis juga cukup singkat hanya tiga hari setelah pertandingan terakhir. Momentum kemenangan sudah diraih. Kini, mampukah Laskar Sambernyawa melanjutkan tren positif di kandang Laskar Kalinyamat?. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy