RADARSOLO.COM – Persis Solo gagal melanjutkan momentum positif meraih kemenangan saat menghadapi Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-24. Laskar Sambernyawa harus puas berbagi angka setelah laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berakhir tanpa gol.
Padahal, Persis sempat unggul jumlah pemain setelah bek Persijap, Rubio diganjar kartu merah pada menit ke-78. Namun keunggulan tersebut tidak mampu dimanfaatkan Laskar Sambernyawa untuk memecah kebuntuan.
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, menilai anak asuhnya sebenarnya sudah tampil sesuai rencana. Hanya saja, faktor keberuntungan dinilai belum berpihak sehingga Persis gagal meraih kemenangan.
“Permainan sudah sesuai prediksi. Namun kami tidak memberikan mereka banyak kesempatan. Kami tahu mereka tim yang sangat bagus, berbahaya secara individu maupun kolektif, dan memiliki pertahanan yang kompak. Mereka tim yang bagus, tetapi kami juga tidak beruntung,” ujar Milo, usai laga.
Hasil imbang ini membuat Persis masih tertahan di zona degradasi dengan menempati peringkat ke-17 klasemen sementara. Selain itu, hasil tersebut juga memastikan target enam poin yang sebelumnya dibebankan kepada Milo dari dua pertandingan tidak terpenuhi.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan untuk publik, bagaimana dengan nasib Milomir Seslija?. Hingga kini, manajemen Persis Solo belum memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi setelah hasil imbang tersebut.
Kemungkinan Milomir Seslija tetap dipertahankan manajemen
Meski gagal meraih enam poin, posisi Milo dinilai masih sedikit terbantu oleh ketatnya persaingan di papan bawah. Selisih poin antara beberapa tim penghuni zona degradasi dan sekitarnya masih sangat tipis.
Hingga pekan ke-24, jarak poin antara Semen Padang, Persis Solo, PSBS Biak, Persijap Jepara, dan Madura United hanya terpaut tiga angka.
Kondisi tersebut membuat peluang Persis untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka.
Jarak tersebut tak lepas dari penampilan tim rival yang gagal meraih kemenangan.
Berdasarkan peta persaingan tersebut, Milomir Seslija bahkan sempat berucap sebelum menjalani pertandingan kontra Persijap bahwa Persis Solo bisa saja lolos dari zona degradasi dengan melampaui dua klub dan itu situasi yang baik untuknya dan tim.
"Sekarang kami bisa mengejar Madura Utd, ini jauh lebih baik sekarang untuk bisa mengejar dua tim daripada satu. Kita tidak pernah tahu 11 pertandingan lagi atau 10 pertandingan lagi itu adalah poin yang banyak," ucap Milo.
Meski peluang bertahan masih terbuka, tantangan Persis di sisa musim juga tidak ringan. Setelah menghadapi Persijap, Laskar Sambernyawa masih harus meladeni sejumlah tim papan atas seperti Bali United, Arema FC, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Malut United, Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Persita Tangerang.
Secara realistis, Persis wajib memaksimalkan laga melawan tim yang posisinya tidak terlalu jauh di klasemen, seperti Semen Padang dan PSM Makassar. Namun dalam sepak bola, segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk peluang Persis untuk keluar dari zona degradasi hingga akhir musim. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy