Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Stadion Gelora Bumi Kartini Chaos, Persis Solo vs Persijap Jepara Ricuh: Saling Ejek di Tribun Berujung Kerusakan Stadion dan Kendaraan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:23 WIB

oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).
oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).

RADARSOLO.COM – Derby Jawa Tengah antara Persis Solo dan Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) malam, tak hanya memanas di atas lapangan. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini itu juga diwarnai bentrokan antarsuporter yang berujung pada kerusakan fasilitas hingga kendaraan di sekitar stadion.

Aparat kepolisian sebenarnya telah menyiapkan pengamanan berlapis sebelum pertandingan berlangsung. Koordinasi dilakukan mulai dari rapat internal kepolisian, panitia pelaksana, hingga pengaturan kedatangan massa suporter dari kedua tim.

Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyebut gesekan awal sudah terlihat sejak sebelum pertandingan benar-benar memanas. Situasi di tribun mulai dipicu aksi saling ejek antarsuporter yang kemudian berkembang menjadi tindakan provokatif.

“Setelah pelaksanaan rakor bertahap mulai dari internal kami, kemudian dengan panpel, kemudian pelaksanaan persiapan massa dari kedua pihak, suporter Persis Solo dan suporter Persijap Jepara. Ada gesekan yang awalnya dari saling ejek," ujar AKBP Hadi.

Ketegangan di tribun kemudian meningkat seiring jalannya pertandingan. Sejumlah oknum suporter disebut mencabut kursi stadion dan melemparkannya ke arah tribun lawan sehingga memicu kepanikan di dalam stadion.

“Awalnya dari saling ejek, kemudian menggunakan gerakan-gerakan provokatif. Sampai di beberapa tempat dari Solo ada yang mencabut kursi. Ada beberapa kursi yang dilempar ke arah suporter Persijap,” terangnya.

Menjelang pertandingan berakhir, situasi semakin sulit dikendalikan. Koordinator lapangan dari masing-masing kelompok suporter disebut tidak lagi mampu meredam emosi massa yang sudah terlanjur memanas.

Aparat kepolisian akhirnya turun langsung memisahkan kedua kelompok suporter sesaat setelah pertandingan usai untuk mencegah bentrokan yang lebih besar.

“Menjelang menit-menit akhir situasi semakin tidak terkendali. Beberapa korlap sudah tidak bisa mengendalikan. Makanya sesaat setelah pertandingan kami masuk di antara dua pihak supaya tidak ada keributan,”ucapnya.

Setelah kondisi di dalam stadion mulai dikendalikan, polisi melakukan penertiban terhadap sejumlah suporter yang dianggap membawa barang-barang berbahaya. Suporter Persis Solo diminta tetap berada di dalam stadion untuk sementara waktu.

“Dari Solo kita melakukan penertiban mana yang membawa hal-hal yang kurang patut kita tertibkan kemudian kita amankan dulu di stadion. Kemudian kita minta suporter Jepara untuk segera meninggalkan stadion,” tuturnya.

Namun situasi di luar stadion ternyata belum sepenuhnya mereda. Sejumlah suporter Persijap dilaporkan masih berkumpul di sepanjang jalan hingga area terminal yang menjadi titik kumpul armada suporter Persis Solo.

“Namun ternyata mereka tidak langsung membubarkan diri dan malah berkumpul-kumpul sepanjang jalan sampai ke titik berkumpulnya armada dari suporter Persis Solo yaitu di terminal,” bebernya.

Kondisi tersebut memicu kembali ketegangan di luar stadion. Beberapa kendaraan milik suporter Persis Solo dilaporkan mengalami kerusakan akibat terdampak amukan massa, sementara fasilitas umum di sekitar terminal juga turut dirusak.

Di sisi lain, informasi dari kelompok suporter Persis Solo membenarkan adanya armada yang mengalami kerusakan saat meninggalkan Jepara. Meski demikian, kondisi suporter dilaporkan relatif aman.

“Untuk informasi yang saya terima dari teman-teman yang berangkat karena saya tidak ikut, saat ini sudah keluar dari Jepara dengan beberapa armada rusak seperti kaca rusak," ujar salah satu suporter Ultras 1923 Beto kepada tim Jawa Pos Radar Solo.

"Yang paling parah kerusakannya mereka yang berangkat menggunakan mobil pribadi. Namun untuk kondisi teman-teman terbilang aman dengan luka minim,” pungkasnya.

Insiden tersebut berpotensi berbuntut sanksi dari operator liga maupun Komisi Disiplin PSSI. Bentrokan suporter dan kerusakan fasilitas yang terjadi bisa menjadi bahan evaluasi dalam sidang disiplin. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persijap jepara #persis solo #suporter #ricuh