RADARSOLO.COM – Febri Hariyadi dipastikan tidak dapat memperkuat Persis Solo pada paruh kedua Super League 2025/2026 setelah kembali mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL), cedera yang sama seperti yang pernah dialaminya pada musim 2024 lalu.
Cedera tersebut membuat pemain yang akrab disapa A Bow itu harus menepi dari lapangan untuk menjalani proses pemulihan yang diperkirakan memakan waktu sekitar enam hingga delapan bulan.
Didatangkan ke Stadion Manahan dengan status pemain pinjaman dari Persib Bandung, kondisi Febri juga mendapat perhatian dari jajaran pelatih Persib.
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan guna memastikan tingkat keparahan cedera sang pemain.
Saat ini Febri telah menjalani konsultasi medis untuk mengetahui kondisi lututnya secara lebih detail. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi tim dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan menjalani operasi.
"Febri pergi menemui dokter dan kami masih menunggu. Saya belum tahu hasil dari second opinion-nya. Kami harus tahu secara pasti apa yang sebenarnya terjadi terhadapnya," kata Bojan Hodak dilansir dari situs resmi Persib Bandung.
Meski saat ini Febri bermain untuk Persis sebagai pemain pinjaman, Hodak menegaskan bahwa Persib tetap memiliki tanggung jawab terhadap kondisi pemainnya tersebut.
"Dia adalah pemain kami, dia pergi ke sana (Persis Solo) secara pinjaman. Jadi, begitu kami tahu seberapa parah cederanya, baru kami bisa menentukan apakah dia perlu menjalani operasi atau tidak," pungkasnya.
Sementara itu, tim medis Persis Solo memastikan bahwa Febri memang kembali mengalami cedera ACL yang disertai kerusakan meniscus. Hal tersebut disampaikan dokter tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, setelah pemain menjalani serangkaian pemeriksaan medis.
"Jadi untuk Febri sudah dipastikan cedera ACL lagi sama meniscus, setelah itu kita lakukan konsultasi ke dokter di Solo sarannya harus operasi. Lalu kita mencari pendapat kedua dengan dokter yang dulu pernah mengoperasi cedera pertama Febri di Bandung. Setelah bertemu, Febri mengatakan pada tim medis Persis bahwa harus melakukan operasi lagi dalam waktu dekat," ujar dr. Iwan.
Ia menambahkan, saat ini proses operasi masih menunggu penyelesaian administrasi antara pihak rumah sakit dan manajemen klub. Rencananya tindakan operasi akan dilakukan di Bandung oleh dokter yang sebelumnya menangani cedera Febri.
"Saat ini dari pihak rumah sakit dan manajemen Persis Solo sudah bertemu dan melakukan koordinasi mengurusi surat-surat dan administrasi. Jadi untuk saat ini belum dilakukan operasi dan akan dilakukan di Bandung, tetapi semua administrasi rumah sakit di Bandung yang mengurus dari Solo," jelasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy