RADARSOLO.COM - Gelandang muda Persis Solo, Zanadin Fariz, kembali mencuri perhatian pada pekan ke-24 kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Pemain berusia 21 tahun tersebut dinobatkan sebagai Young Player of The Week setelah menunjukkan performa impresif saat menghadapi Persijap Jepara, Kamis (5/3/2026). Penampilan konsisten di lini tengah membuat kontribusinya menjadi salah satu faktor penting bagi permainan Persis Solo pada laga tersebut.
Penghargaan tersebut diumumkan melalui akun Instagram BRI Super League, Senin (9/3/2026), yang menyoroti statistik permainan sang gelandang muda.
Selain terpilih sebagai pemain muda terbaik pekan ini, Zanadin juga sebelumnya dinobatkan sebagai Player of the Match pada laga melawan Persijap Jepara. Pengakuan tersebut mempertegas pengaruhnya dalam menjaga ritme permainan tim berjuluk Laskar Sambernyawa.
Berdasarkan data statistik pertandingan, Zanadin tampil cukup dominan di lini tengah. Ia mencatatkan 34 umpan sukses, dengan 13 di antaranya merupakan progressive pass yang membantu tim mengalirkan bola ke area serangan. Selain itu, ia juga mencatatkan 8 umpan menuju sepertiga akhir lapangan, yang menjadi indikasi perannya dalam membangun serangan Persis.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam fase menyerang. Zanadin juga menunjukkan kerja defensif yang solid dengan mencatatkan 3 tekel bersih dan 3 intersep sepanjang pertandingan. Catatan tersebut menggambarkan keseimbangan peran yang ia jalankan sebagai gelandang yang aktif membantu transisi permainan.
Penampilan tersebut menjadi salah satu yang paling menonjol sepanjang pertandingan. Meski laga berjalan ketat, Zanadin mampu menjaga intensitas permainan dan menjadi motor penghubung antar lini. Pergerakannya di sektor tengah kerap membuka ruang bagi rekan setim untuk membangun serangan.
Usai pertandingan, Zanadin mengaku bersyukur atas penghargaan yang ia terima. Ia menilai dukungan suporter Persis Solo menjadi salah satu faktor penting yang menambah motivasi pemain di lapangan. Atmosfer dukungan dari tribun, menurutnya, memberi energi tambahan bagi tim untuk terus berjuang.
“Saya mengucapkan terima kasih terhadap suporter Persis Solo yang telah mendukung kami. Itu juga menjadi salah satu semangat juang kami yang berjuang di lapangan,” ujar Zanadin.
Namun demikian, ia mengakui timnya masih belum maksimal dalam memanfaatkan peluang tersebut. Beberapa kesempatan yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol penentu kemenangan. Hal tersebut menjadi catatan evaluasi bagi tim untuk pertandingan berikutnya.
Menurut Zanadin, laga melawan Persijap berlangsung cukup menantang. Ia menilai lawan tampil disiplin meskipun harus bermain dengan kondisi yang tidak ideal. Bahkan ketika bermain dengan sepuluh pemain, Persijap tetap mampu mempertahankan organisasi permainan mereka.
“Kita tahu laga kali ini berjalan dengan ketat. Persijap Jepara bermain dengan bagus dan bahkan dengan sepuluh pemain mereka masih bisa bertahan,” jelasnya.
Zanadin juga mengungkapkan bahwa pelatih memberikan instruksi agar para pemain tampil lepas di lapangan. Para pemain diminta bermain tanpa beban, tetapi tetap memberikan performa terbaik bagi tim. Pendekatan tersebut dinilai membantu pemain menjaga kepercayaan diri selama pertandingan.
“Instruksi dari coach, bermain dengan enjoy tidak ada beban, bermain semaksimal mungkin dan berikan penampilan terbaik. Kita tahu mereka sangat rapat dalam bertahan dan mungkin jadi salah satu kesulitan kita dalam mencetak gol,” ungkapnya.
Penghargaan Young Player of The Week ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan karier Zanadin di level kompetisi tertinggi Indonesia. Konsistensinya di lini tengah memperlihatkan potensi besar yang dimiliki pemain muda Persis Solo tersebut.
Jika mampu menjaga performa dan meningkatkan kontribusi, Zanadin berpeluang menjadi salah satu pilar penting Persis di masa depan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy