RADARSOLO.COM – Persaingan di papan bawah kompetisi BRI Super League 2025/2026 semakin memanas memasuki pekan ke-25. Situasi tersebut terjadi setelah Semen Padang berhasil mengalahkan PSBS Biak dengan skor 2-0 pada Senin (9/3/2026) malam. Kemenangan itu membuat persaingan di zona bawah klasemen semakin ketat.
Tambahan tiga poin mengangkat posisi Semen Padang ke peringkat ke-16 dengan koleksi 20 poin. Hasil tersebut sekaligus membuat jarak antar tim di papan bawah semakin tipis. Kondisi ini membuka peluang bagi beberapa tim untuk saling salip dalam beberapa pekan ke depan.
Saat ini lima tim terbawah klasemen dihuni oleh Persis Solo di posisi juru kunci dengan 17 poin. Di atasnya terdapat PSBS Biak dengan 18 poin. Sementara itu Semen Padang, Persijap Jepara, dan Madura United sama-sama mengoleksi 20 poin.
Meski tidak berada di lima terbawah, posisi PSM Makassar juga belum sepenuhnya aman. Tim berjuluk Juku Eja tersebut saat ini mengoleksi 24 poin. Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, peluang terperosok ke zona degradasi tetap terbuka jika gagal meraih hasil maksimal.
Kompetisi musim ini masih menyisakan sekitar 10 pertandingan dari total 34 laga. Artinya setiap kemenangan akan sangat menentukan posisi akhir tim di klasemen. Situasi tersebut membuat persaingan di papan bawah diprediksi berlangsung ketat hingga akhir musim.
Selisih poin yang tipis membuat tim-tim penghuni zona bawah terus berupaya meningkatkan performa. Setiap pertandingan kini menjadi laga krusial untuk menghindari ancaman degradasi. Hal itu juga dirasakan oleh Persis Solo yang tengah berjuang keluar dari posisi terbawah.
Dalam lima pertandingan terakhir, Persis Solo hanya mampu meraih satu kemenangan dan 4 hasil imbang. Hasil tersebut membuat posisi Laskar Sambernyawa belum beranjak dari dasar klasemen. Kondisi ini menambah tekanan bagi tim untuk segera bangkit, apalagi di sisa laga akan menghadapi tim-tim papan atas Super League.
Hasil imbang di laga terakhir saat menghadapi Persijap Jepara pada Kamis (5/3) lalu juga membuat langkah Persis Solo kembali berat keluar dari zona merah. Tambahan satu poin dinilai belum cukup untuk mengangkat posisi tim secara signifikan.
Meski begitu, kegagalan beberapa pesaing meraih kemenangan masih menjaga peluang Persis bertahan di kompetisi.
Sebelumnya, Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija sempat menyampaikan optimismenya terkait peluang tim keluar dari zona degradasi.
Dia menilai persaingan yang ketat membuat peluang mengejar tim di atasnya tetap terbuka. Menurutnya, sisa pertandingan masih cukup untuk memperbaiki posisi di klasemen.
“Sekarang kami bisa mengejar Madura United. Ini jauh lebih baik karena kami bisa mengejar dua tim sekaligus. Kita tidak pernah tahu, masih ada 10 atau 11 pertandingan lagi dan itu berarti masih banyak poin yang bisa diperebutkan,” ujarnya.
Meski optimistis, Milo belum mampu memenuhi target meraih enam poin dalam dua pertandingan terakhir. Kini ia masih memiliki kesempatan menebus kegagalan tersebut saat Persis menjamu Bali United pada Kamis (12/3) mendatang. Pertandingan di kandang itu diprediksi menjadi salah satu laga penting bagi upaya Persis keluar dari zona degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy