RADARSOLO.COM - Persis Solo kembali melanjutkan perjuangannya untuk lolos dari zona degradasi pada pekan ke-25 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kali ini lawan yang akan dihadapi adalah Bali United.
Namun sorot mata publik justru bukan dari prediksi jalannya laga. Publik justru dibuat bertanya-tanya terkait masa depan pelatih Persis Solo, Milomir Seslija.
Seperti yang kita tahu, Milomir Seslija mendapatkan ultimatum dari manajemen Laskar Sambernyawa untuk wajib membawa 6 poin kemenangan di dua laga menghadapi Persik Kediri (kandang) dan Persijap Jepara (tandang).
"Lewat evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh jajaran direksi dan manajemen, Persis dengan ini menyatakan bahwa Pelatih Kepala Tim Utama, Milomir Seslija akan diberi target 6 poin untuk dua laga ke depan, yaitu pertandingan kandang pekan ke-23 kontra Persik Kediri pada Minggu (1/3), dan partai tandang ke markas Persijap Jepara pada Kamis (5/3) mendatang," tulis rilis resmi Persis Solo, Senin (23/2).
Setelah ultimatum tersebut, Milomir Seslija cuma bisa mengantarkan anak asuhnya meraih kemenangan melawan Persik Kediri dan hasil imbang menghadapi Persijap Jepara. Secara hitung-hitungan, Laskar Sambernyawa cuma mengkoleksi 4 poin dan itu jauh dari angka yang sudah ditentukan manajemen.
Banyak pihak menilai Persis Solo akan memecat pelatih yang akrab disapa Milo tersebut, namun di lapangan sang pelatih tetap bertahan dan tetap mendampingi di laga melawan Bali United, Kamis (12/3) malam. Ketika ditanya soal masalah tersebut, Milo menjawab tanyakan masalah tersebut ke manajemen.
"Saya bukan manajemen, tapi jika Anda bertanya itu, Anda harus menanyakan pada mereka," ucap Milomir Seslija pada sesi konferensi pers, Rabu (11/3/2026) sore.
Memilih tidak menjawab pertanyaan tersebut, Milo justru menyentil sikap publik yang selalu berpandangan negatif terhadap kehadirannya yang membawa perubahan di Persis Solo dalam keadaan sulit. Menurut dia, Persis Solo saat ini berkembang jauh lebih baik dan itu kurang mendapatkan apresiasi.
"Yang pertama, orang-orang akan membicarakan hal buruk tapi tidak ada yang berbicara bagaimana kita berkembang cukup baik di lini pertahanan dan serang selama lima pertandingan terakhir," ujarnya.
Pelatih berkebangsaan Bosnia lalu menambahkan bahwa penampilan menghadapi Persijap menjadi bukti betapa solidnya sekarang permainan Laskar Sambernyawa. Terlihat dengan tim jarang kebobolan, namun masalah baru muncul yakni penyelesaian yang masih buruk.
"Di Jepara kemarin kita menampilkan salah satu permainan terbaik kita, dan lima pertandingan kita menampilkan permainan yang solid. Kebobolan kita sekarang sedikit, namun masalah lain muncul adalah bagaimana kita mencetak gol," pungkasnya.
Ia pun berharap para pemain mampu menunjukkan performa lebih baik saat menghadapi Bali United. Apalagi lawan yang akan dihadapi merupakan salah satu tim kuat dengan kualitas individu yang merata. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy