Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rivalitas Persijap Jepara dan Persis Solo Berujung Sanksi Super Berat, Manajemen Ajak Suporter Introspeksi dan Jaga Persaudaraan Usai Insiden

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:35 WIB

oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).
oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).

RADARSOLO.COM - Sanksi berat tidak hanya menimpa Persis Solo usai insiden kericuhan suporter dalam laga di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3). Tuan rumah Persijap Jepara juga harus menerima hukuman tegas dari Komite Disiplin PSSI.
Sebelumnya, Persis Solo telah lebih dulu dijatuhi sanksi berupa denda Rp 135 juta serta larangan menggelar lima pertandingan kandang tanpa penonton.

Manajemen Laskar Sambernyawa bahkan menyatakan keberatan karena menilai suporter mereka datang dengan tiket resmi dan tidak memiliki niatan untuk memicu kericuhan.

Sanksi tanpa penonton itu juga dinilai berpotensi memengaruhi atmosfer pertandingan kandang Persis pada sisa kompetisi. Dukungan suporter selama ini menjadi salah satu faktor penting bagi perjuangan tim di papan klasemen.

Tak lama setelah keputusan terhadap Persis diumumkan, giliran Persijap Jepara yang mengungkap hasil sidang Komdis melalui akun resmi Instagram klub.

Dalam keputusan tersebut, Laskar Kalinyamat dijatuhi total denda mencapai Rp 195 juta.

Selain denda finansial, Persijap juga menerima hukuman menjalani lima pertandingan kandang tanpa penonton sebagai konsekuensi dari sejumlah pelanggaran yang terjadi saat pertandingan berlangsung.

Sanksi pertama dijatuhkan karena panitia pelaksana dinilai gagal mengantisipasi kehadiran suporter tim tamu di dalam stadion. Atas pelanggaran tersebut, Persijap dikenai denda sebesar Rp 25 juta.

Komdis menegaskan bahwa pengendalian penonton sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak tuan rumah.

Persijap juga didenda Rp 40 juta karena dianggap tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan. Insiden tersebut dilaporkan mengganggu kenyamanan perangkat pertandingan serta tim tamu.

Bahkan, rombongan tim Persis disebut sempat tertahan di dalam stadion selama beberapa jam setelah pertandingan usai.

Sanksi berikutnya terkait aksi pelemparan benda ke arah perangkat pertandingan yang tengah menuju ruang ganti. Tindakan tersebut dilakukan oleh oknum suporter dari tribun barat. Atas kejadian ini, Persijap kembali dikenai denda sebesar Rp 30 juta.

Kericuhan antar suporter di tribun VIP Barat menjadi pelanggaran paling berat yang disorot Komdis.

Insiden saling ejek hingga pelemparan antar kelompok suporter menyebabkan kerusakan fasilitas stadion serta kendaraan milik perangkat pertandingan. Pelanggaran ini membuat Persijap dijatuhi denda terbesar, yakni Rp 100 juta.

Tak hanya sanksi finansial, hukuman lima laga kandang tanpa penonton juga dinilai akan berdampak signifikan terhadap atmosfer pertandingan di markas Laskar Kalinyamat.

Meski mengakui sanksi yang dijatuhkan cukup berat, manajemen Persijap menyatakan tetap menghormati keputusan Komdis.

Klub berkomitmen melakukan evaluasi internal, terutama dalam meningkatkan pengawasan keamanan pertandingan.

Koordinasi dengan aparat keamanan serta kelompok suporter disebut akan menjadi fokus utama agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Chief Media Officer Persijap Jepara Xenia Veryano menegaskan, rivalitas antar klub seharusnya menjadi energi positif untuk memajukan sepak bola, khususnya di Jawa Tengah.

“Pada dasarnya Persijap Jepara dan Persis Solo memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan sepak bola di Jawa Tengah. Kami melihat Persis bukan hanya sebagai rival di lapangan, tetapi juga sebagai saudara dalam ekosistem sepak bola daerah,” ujarnya.

Persijap berharap peristiwa ini dapat menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh elemen sepak bola nasional. Klub juga mengajak para suporter dan pecinta sepak bola untuk tetap menjaga kedewasaan serta semangat saling menghormati.

Menurut Persijap, sepak bola seharusnya menjadi ruang pemersatu. Melalui dukungan yang positif dan semangat persaudaraan, seluruh pihak diharapkan mampu menciptakan atmosfer sepak bola Indonesia yang aman, bermartabat, dan membanggakan. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persijap jepara #Super League #persis solo #liga 1 #sanksi #komdis pssi