Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ditengah Situasi Berjuang untuk Keluar dari Jurang Degradasi, Persis Solo Malah Dihukum Sanksi Sadis Oleh Komdis

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:04 WIB

Suporter Persis Solo membentangkan spanduk dukungan di Stadion Manahan.
Suporter Persis Solo membentangkan spanduk dukungan di Stadion Manahan.

RADARSOLO.COM - Manajemen Persis Solo dibuat pusing dengan keputusan sanksi dari Komite Disiplin PSSI usai insiden bentrokan antar suporter dalam laga melawan Persijap Jepara, Kamis (5/3), di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

Akibat kericuhan tersebut, Persis dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 135 juta. Selain itu, Laskar Sambernyawa juga dikenai sanksi menjalani lima pertandingan kandang tanpa penonton.

Sanksi ini dinilai cukup memberatkan bagi manajemen klub.

Pasalnya, jika melihat jadwal kompetisi yang tersisa, Persis hanya memiliki empat pertandingan kandang. Artinya, satu pertandingan tanpa penonton masih akan menjadi “utang” sanksi bagi klub pada musim berikutnya.

Direktur PT Persis Solo Saestu Ginda Ferachtriawan, mengungkapkan, pihak klub merasa keberatan dengan keputusan tersebut. Terlebih, menurutnya, para suporter Persis yang hadir di stadion memperoleh tiket melalui jalur resmi.

Dia menjelaskan bahwa sebelum pertandingan berlangsung sebenarnya telah ada komunikasi antara suporter dari kedua kubu. Namun di sisi Persis, aturan terkait larangan kehadiran suporter tamu tetap ditegakkan secara ketat.

“Yang terjadi teman-teman suporter Solo dan Jepara saling komunikasi. Kemudian di kita sudah jelas, mohon maaf kita belum bisa menerima suporter tim tamu. Kalau di Jepara mungkin bisa menerima, tapi mungkin meminta izin pihak panpel untuk pembelian tiket bagaimana,” ujar Ginda.

Menurutnya, nilai pembelian tiket oleh suporter Persis mencapai angka yang cukup besar. Totalnya diperkirakan sekitar Rp 115 juta atau setara dengan kurang lebih 800 tiket yang dibeli melalui jalur resmi di pihak tuan rumah.

“Rp 115 juta lebih untuk pembelian tiket teman-teman kepada Jepara. Kita tidak tahu hal apa pun tentang itu dan ketika terjadi beberapa isu, kericuhan sampai ada kerusakan, kok jadi kita yang kena imbasnya,” katanya.

Ginda menegaskan bahwa pihak klub meyakini suporter Persis tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan perusakan. Ia menilai kehadiran mereka semata-mata untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya.

Menurutnya, situasi memanas di tribun lebih dipengaruhi meningkatnya tensi pertandingan, terutama saat laga memasuki fase akhir. Namun hal tersebut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai tindakan yang disengaja.

“Di awal-awal pertandingan biasa-biasa saja. Ketika laga menuju akhir dan tensi mulai meningkat. Saya rasa tidak ada niatan untuk merusak. Kalau merusak tinggal merusak, saya hafal betul dengan teman-teman suporter Solo,” jelasnya.

Selain itu, manajemen Persis juga masih berkoordinasi dengan panitia pelaksana pertandingan Persijap serta aparat kepolisian untuk mengklarifikasi sejumlah hal terkait insiden tersebut.

Salah satu yang dipertanyakan adalah laporan mengenai penyalaan kembang api di tribun VIP.

Menurut Ginda, dari sejumlah rekaman video yang beredar justru terlihat adanya kembang api yang dinyalakan dari luar stadion.

“Kita lagi mencari info untuk sanksi, karena dari empat keputusan Komdis salah satunya menyebut penyalaan kembang api di tribun VIP. Padahal kalau kita lihat di video, ada penyalaan kembang api dari luar stadion,” katanya.

Karena itu, pihak Persis berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut. Manajemen berharap ada evaluasi yang lebih objektif terkait kronologi kejadian sebelum sanksi dijatuhkan.

“Jadi kita ingin tahu yang benar yang mana. Apa ada yang salah atau dua-duanya salah atau benar, kita tunggu saja. Tapi yang jelas kemungkinan besar kita akan banding, karena selama tampil di kandang tidak ada masalah kenapa sekarang terkena sanksi,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam keputusan yang sama, Persijap Jepara juga menerima sanksi dari Komdis. Laskar Kalinyamat dijatuhi denda total Rp 195 juta serta hukuman lima pertandingan kandang tanpa penonton. (hj/nik) 

 



Editor : Niko auglandy
#pssi #persis solo #denda #sanksi