Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Menang 3-0 Tapi Disemprot Pelatih, Ada Apa dengan Persis Solo?

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:35 WIB

Pemain Persis Solo selebrasi usai membobol gawang lawannya di Super League 2025/2026.
Pemain Persis Solo selebrasi usai membobol gawang lawannya di Super League 2025/2026.

RADARSOLO.COM - Kemenangan penting kembali diraih Persis Solo saat menjamu Bali United FC dalam lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 pekan ke-25. Bermain di Stadion Manahan, Solo, Kamis (12/3/2026) malam, Laskar Sambernyawa menang meyakinkan dengan skor 3-0 atas tim berjuluk Serdadu Tridatu.

Tiga gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Dejan Tumbas serta dua gol dari Bruno Gomes yang tak mampu dibendung kiper Bali United, Elias Dolah Hauptmeijer.

Hasil tersebut menjadi kemenangan beruntun bagi Persis di kandang sekaligus tambahan tiga poin berharga dalam persaingan klasemen.

Meski menang dengan skor telak, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mudah bagi Persis. Pada babak kedua, Bali United justru mampu menekan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.

Serangan bertubi-tubi dari tim tamu sempat membuat lini pertahanan Persis bekerja keras.

Beruntung, performa gemilang Muhammad Riyandi di bawah mistar gawang menjadi penyelamat. Kiper utama Persis itu melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga gawang tetap steril.

Selain itu, bek asing Alex Van Djin juga tampil solid dengan beberapa intersepsi krusial yang menggagalkan peluang Bali United.

Meski demikian, pelatih Persis, Milomir Seslija, mengakui permainan anak asuhnya di babak kedua tidak berjalan sesuai harapan.

Menurut pelatih asal Bosnia tersebut, performa tim justru menurun, terutama pada sepuluh menit awal setelah turun minum.

Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- menilai para pemain terlalu banyak bertahan dan menarik garis pertahanan terlalu dalam. Hal itu membuat Bali United leluasa mengembangkan permainan dan menekan pertahanan Persis.

“Saya tahu Anda pasti bertanya kenapa permainan di babak pertama sangat bagus, dan di babak kedua tidak bagus. Saya setuju karena pemain tidak mengikuti instruksi yang saya berikan. Kita menarik diri ke belakang terlalu dalam, itu masalahnya,” ujar Milo dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih berusia 60 tahun itu menegaskan bahwa filosofi permainannya tidak pernah menekankan pendekatan bertahan meskipun tim sedang unggul. Bahkan saat skor masih 1-0, ia telah meminta pemain tetap menekan dan berusaha menambah gol.

“Sepuluh menit terakhir kita bermain lebih baik karena terus menyerang. Bahkan ketika menang 1-0, saya bilang kita tidak mau bertahan karena ingin mencetak dua sampai tiga gol sejak babak pertama,” tambahnya.

Meski sempat kecewa dengan performa babak kedua, Milo tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya. Hasil akhir yang menghasilkan dua clean sheet beruntun membuatnya masih bisa menerima performa tim secara keseluruhan.

“Namun itu bisa termaafkan karena tim meraih clean sheet dua laga beruntun dan para pemain tampil tidak menyerah,” pungkasnya.

Kemenangan tersebut juga membawa Persis keluar dari zona degradasi setelah sempat terjebak di area tersebut selama kurang lebih 20 pekan.

Meski begitu, perjuangan Laskar Sambernyawa belum selesai. Mereka masih harus menghadapi sejumlah tim papan atas pada sisa pertandingan musim ini. (hj/nik) 

 



Editor : Niko auglandy
#persis solo #bruno gomes #Bali United #dejan tumbas