RADARSOLO.COM - Manajemen Persis Solo mempertimbangkan langkah banding atas sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI usai insiden kericuhan suporter dalam laga tandang menghadapi Persijap Jepara yang diumumkan oleh akun Instagram Persis Solo, Jumat (13/3/2026) sore.
Sanksi tersebut berupa denda total Rp135 juta serta larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton sebanyak lima laga.
Keputusan itu dinilai cukup mengejutkan karena dampaknya sangat besar terhadap perjalanan tim di sisa kompetisi.
Direktur Utama PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan menyebut pihaknya saat ini masih mempelajari secara detail dasar keputusan yang diambil Komdis. Manajemen juga mengumpulkan berbagai data sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan langkah resmi. Selain itu, komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.
“Kemungkinan besar kami akan mengajukan banding. Kami tahu ada suporter atau teman-teman yang berangkat ke Jepara, walaupun Persis Solo selalu menghimbau untuk mengikuti regulasi baik untuk suporter kita atau tamu tidak bertandang ketika Persis Solo bermain,” ujar Ginda Ferachtriawan ketika dihubungi oleh tim Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Persis Solo Didenda Rp135 Juta dan Tanpa Penonton 5 Laga, Efek Bentrok suporter di Jepara
Menurut Ginda, panitia pelaksana (panpel) Persis selama ini berupaya konsisten menjalankan regulasi terkait kehadiran suporter tamu.
Setiap pertandingan kandang, aturan tersebut selalu disosialisasikan secara tegas. Hal itu menjadi dasar klub mempertanyakan keputusan sanksi yang dinilai terlalu berat.
“Panpel Solo sendiri setiap pertandingan ketika ada suporter tamu yang tidak boleh hadir kita persilahkan untuk kembali lagi. Kaitannya dengan kejadian kemarin kenapa sanksinya sampai termasuk dengan tidak boleh menyelenggarakan pertandingan tanpa penonton di laga kandang sebanyak lima kali,” ujarnya.
Dia menilai hukuman larangan lima laga tanpa penonton akan berdampak besar terhadap atmosfer pertandingan di Stadion Manahan.
Dukungan suporter selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Persis dalam mengarungi kompetisi. Kondisi ini dinilai bisa memengaruhi performa tim secara keseluruhan.
“Kami sedikit kaget karena kami tahu betul setelah kejadian itu berkomunikasi dengan teman-teman suporter, kenapa nekat berangkat. Memang punya tiket. Disampaikan oleh teman-teman suporter mereka difasilitasi pembelian tiket oleh panpel Persijap Jepara,” jelasnya.
Ginda juga menyoroti adanya beberapa poin dalam keputusan Komdis yang menurutnya masih perlu diklarifikasi.
Salah satunya terkait penyalaan kembang api yang disebut terjadi di tribun stadion. Pihak klub mengaku menemukan indikasi berbeda dari rekaman video yang beredar.
“Jadi kita ingin tahu yang benar yang mana. Apa ada yang salah atau dua-duanya salah atau benar, kita tunggulah. Tapi yang jelas, pasti kita mungkin akan banding karena selama tampil di kandang tidak ada masalah kenapa kok sekarang kena sanksi,” pungkasnya.
Manajemen berharap proses banding nantinya dapat memberikan kejelasan yang lebih adil bagi semua pihak.
Klub juga menilai penting adanya evaluasi bersama terkait mekanisme pengawasan suporter di setiap pertandingan. Dengan demikian, kejadian serupa diharapkan tidak kembali terulang. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy