RADARSOLO.COM - Kemenangan penting diraih Persis Solo saat menundukkan Bali United pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Kamis (12/3).
Hasil tersebut bukan hanya membawa Laskar Sambernyawa keluar dari zona degradasi, tetapi juga menyimpan cerita menarik di balik keputusan tim kepelatihan terkait kondisi pemain kunci mereka, Dimitri Lima.
Sebelum pertandingan, banyak pihak sempat meragukan peluang Persis meraih kemenangan. Pasalnya, Dimitri Lima tidak diturunkan sejak awal laga. Gelandang asal Brasil itu sebelumnya diketahui mengalami cedera hamstring setelah pertandingan melawan Persik Kediri.
Cedera tersebut bahkan membuatnya absen saat Persis menghadapi Persijap Jepara pada Kamis (5/3).
Tanpa kehadiran Dimitri, Persis terlihat kesulitan membongkar pertahanan lawan dan harus puas bermain imbang meski menghadapi 10 pemain Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Saat menghadapi Bali United, Dimitri akhirnya dimainkan oleh pelatih kepala Persis, Milomir Seslija, meski hanya dari bangku cadangan di menit-menit akhir pertandingan. Keputusan tersebut terbukti tepat.
Meski hanya bermain sebentar, Dimitri mampu menunjukkan kualitasnya. Umpan yang ia lepaskan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Bruno Gomes hingga berujung gol bagi Persis.
Milomir Seslija pun secara khusus mengapresiasi kerja tim medis Persis Solo yang dinilai sangat cermat dalam menangani kondisi pemain, termasuk Dimitri Lima.
“Saya ingin berterima kasih kepada tim medis, dokter Iwan. Kami memiliki masalah cedera dengan Dimitri dan Jefferson, tidak ada seorang pun yang mengetahui itu. Kita menerima hasil MRI dan berani memainkan mereka. Dimitri bahkan berperan baik dengan menciptakan gol,” ujar Milo.
Sebelumnya, dokter tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, sebenarnya sempat menyarankan agar Dimitri tetap dibawa dalam lawatan menghadapi Persijap di Jepara karena masih ada peluang untuk dimainkan dalam waktu terbatas.
Namun tim pelatih memilih mengambil langkah lebih hati-hati dengan tidak memaksakan sang pemain tampil.
Keputusan tersebut akhirnya terbukti tepat. Menurut Milo, jika Dimitri dipaksakan bermain saat melawan Persijap, risiko cedera yang lebih parah bahkan bisa membuatnya absen hingga akhir musim.
Karena itu, pelatih berusia 61 tahun tersebut mengaku sangat menghargai kerja sama antara tim medis dan staf kepelatihan yang mampu menjaga keseimbangan kondisi skuad.
“Mereka sangat luar biasa dalam menyeimbangkan skuad. Kami tidak ingin terburu-buru menampilkan Dimitri saat menghadapi Persijap karena bisa saja ia cedera hingga akhir musim,” jelasnya.
Milo juga menegaskan bahwa kontribusi Dimitri sangat penting bagi permainan Persis Solo. Hal itu terlihat dari kemampuannya menciptakan peluang meski hanya mendapatkan waktu bermain yang singkat.
“Sekali lagi kita lihat bagaimana kemampuan Dimitri sangat dibutuhkan dan mampu menciptakan peluang meski dengan waktu bermain yang sedikit,” pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy