RADARSOLO.COM - Persaingan papan bawah BRI Super League 2025/2026 semakin memanas menuju akhir musim, khususnya untuk Persis Solo. Tim kota Bengawan tersebut menapaki jalan terjal untuk bisa bertahan di Super League musim depan.
Sembilan laga terakhir yang akan dilalui, Laskar Sambernyawa akan menghadapi tim-tim yang terbilang tidak mudah. Peta kekuatan lawan pun menjadi perhatian utama, mengingat sebagian besar tim yang akan dihadapi memiliki statistik lebih unggul.
Secara performa musim ini, Persis Solo mencatat rata-rata 1,1 gol per pertandingan dengan kebobolan 1,8 gol per laga.
Catatan tersebut menjadi alarm, karena hampir semua calon lawan memiliki produktivitas serangan atau pertahanan yang lebih stabil. Kondisi ini membuat setiap pertandingan tersisa layaknya final bagi Laskar Sambernyawa.
Semen Padang dan PSM Makassar laga wajib menang, lalu Arema FC bagaimana?
Di atas kertas, dua laga yang berpotensi dimaksimalkan Persis untuk meraih tiga poin adalah saat menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-26 dan Semen Padang pada pekan ke-27. Kedua tim dinilai memiliki kekuatan yang relatif masih dalam jangkauan Persis.
PSM Makassar saat ini menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dan hanya berjarak empat poin dari Persis di posisi ke-15. Meski demikian, menghadapi Juku Eja bukan perkara mudah karena mereka memiliki keseimbangan permainan yang cukup baik.
PSM mencatat rata-rata 1,2 gol per laga dan kebobolan 1,4 gol, sedikit lebih solid dibanding Persis. Namun, penguasaan bola Persis yang mencapai 49,4 persen bisa menjadi modal untuk mengontrol tempo permainan, terutama jika mampu tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Dengan perhitungan tersebut, Persis masih berpeluang mencuri poin penuh saat melakoni laga tandang kontra PSM. Sementara itu, pertandingan menghadapi Semen Padang berpotensi menjadi kesempatan terbaik untuk meraih kemenangan.
Tim asal Sumatra Barat itu hanya mencetak rata-rata 0,8 gol per laga, terendah di antara lawan Persis. Namun, lini pertahanan mereka cukup disiplin dengan enam catatan nirbobol sepanjang musim, sehingga Persis harus tampil efektif agar tidak terpeleset.
Lalu untuk Arema FC, bagaimana? Persis Solo mungkin berpeluang meraih kemenangan karena Singo Edang dalam tren negatif pada beberapa pertandingan terakhir
Namun hal tersebut jangan membuat Laskar Sambernyawa menyepelekan Arema FC. Dalam delapan pertemuan terakhir, Persis belum pernah meraih kemenangan atas Arema dan hanya mampu mencatatkan empat hasil imbang.
Selain itu, Arema memiliki produktivitas 1,4 gol per laga, ditopang ketajaman penyerang Dalberto yang kini masuk tiga besar daftar pencetak gol dengan 14 gol dan empat assist.
Bagaimana Peruntungan Persis Solo Lawan Tim Papan Atas?
Setelah menghadapi lawan yang relatif setara, Persis akan menjalani laga terjal menghadapi sejumlah tim papan atas. Peluang meraih kemenangan tentu semakin kecil, sehingga memaksimalkan laga kandang menjadi satu-satunya opsi realistis untuk menambah poin.
Laga kandang yang akan dijalani Persis antara lain saat menjamu Bhayangkara FC, Persebaya, dan Dewa United. Mau tidak mau, tiga pertandingan tersebut harus dimaksimalkan untuk menjaga peluang bertahan di Super League.
Namun meraih tiga angka di laga kandang juga terbilang tidak mudah. Sebab Persis Solo tidak akan diperkuat oleh pemain ke-12 mereka, yakni suporter karena terkena sanksi 5 laga kandang tanpa penonton.
Kapten Persis Solo Tak Terganggu, Andre Alba Memilih Tetap Fokus
Menghadapi tantangan yang cukup terjal tersebut, kapten tim Persis Solo, Andrei Alba mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tidak ada yang spesial dalam persiapan menghadapi tim papan atas.
Gelandang bertahan asal Brasil tersebut justru meminta rekan-rekan satu timnya untuk terus berusaha dan menjaga konsistensi performa di tengah jeda pendek libur lebaran. Menurutnya, tidak ada persiapan khusus menghadapi tim papan atas selain menjaga fokus dan memahami situasi yang dihadapi.
“Kami akan memiliki jeda singkat, tidak lebih dari itu, dan kami akan terus berlatih. Karena kami tahu realitas dan risikonya. Tidak ada yang spesial, kami harus tetap fokus dan memahami bahwa ada 9 final bagi kami. Menjalani setiap pertandingan dan berusaha meraih poin maksimal, terutama saat bermain tandang,” ujar Andrei Alba. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy