Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Timbangan Jadi Momok, Pemain Persis Solo Diminta Disiplin Saat Libur Lebaran

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 19 Maret 2026 | 13:15 WIB

 

Persis Solo melawan Persik Kediri di Stadion Manahan (1/3/2026).
Persis Solo melawan Persik Kediri di Stadion Manahan (1/3/2026).

RADARSOLO.COM  - BRI Super League 2025/2026 edisi bulan Ramadan resmi berakhir. Kompetisi akan libur sejenak untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pada periode tersebut, Persis Solo menjadi salah satu tim yang meraih momentum positif setelah berhasil keluar dari zona degradasi usai hampir 20 pekan terpuruk di dasar klasemen.

Meski para pemain mendapat waktu libur, manajemen dan tim pelatih tetap menaruh perhatian khusus terhadap kondisi fisik skuad. Masa jeda kompetisi yang relatif singkat membuat pemain dituntut menjaga kebugaran agar tidak mengalami penurunan performa.

Apalagi, sembilan laga tersisa diprediksi berlangsung berat karena mayoritas lawan yang akan dihadapi berada di papan atas klasemen sementara.

Situasi tersebut membuat kesiapan fisik pemain menjadi faktor penting dalam upaya tim mengamankan posisi di klasemen akhir musim.

Dokter tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa evaluasi kondisi fisik telah dilakukan sebelum pemain memasuki masa libur. Penimbangan berat badan menjadi salah satu indikator penting untuk memantau kesiapan fisik pemain secara menyeluruh.

Jika berat badan pemain Persis Solo tidak sesuai dengan kondisi awal, dokter Iwan mengatakan akan ada konsekuensi berupa denda. Namun untuk berapa besar nominal yang ditentukan, dokter Iwan mengatakan hanya pihak manajemen yang mengetahuinya.

"Kemarin kita sudah melakukan pertemuan dengan coach Milo, sebelum libur lebaran kita melakukan timbang berat badan pemain," ujar dokter Iwan saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Tempat Wisata di Karanganyar yang Cocok untuk Liburan Keluarga: Dijamin Instagramable dan Harga Tiket Masuk Ramah di Kantong

"Kemudian pemain datang setelah libur lebaran kita timbang lagi. Kalau ada kenaikan berat badan, kita akan kenakan denda namun nominalnya berapa saya tidak tahu," katanya melanjutkan.

Untuk menjaga tubuh tetap ideal para pemain diwajibkan tetap menjalani latihan mandiri selama libur lebaran. Salah satu bentuk pemantauan dari staff kepelatihan dan tim medis, para pemain wajib mengirimkan video mereka saat berlatih secara mandiri.

"Jadi kita himbau selama libur lebaran itu para pemain tetap menjaga pola makan, tetap melakukan pekerjaan rumah yakni aktifitas fisik berupa latihan yang kemudian direkam dan disetorkan ke pelatih fisik untuk sebagai bukti melakukan latihan," ujarnya menambahkan.

Kebijakan tersebut diterapkan karena jadwal kompetisi yang padat tidak memberikan ruang bagi pemain untuk kehilangan ritme permainan.

Dengan tetap menjalani latihan mandiri, diharapkan kondisi fisik pemain tidak mengalami penurunan signifikan.

Tim pelatih juga berharap kedisiplinan pemain selama masa libur dapat berdampak positif terhadap performa tim di sisa kompetisi. Hal ini menjadi penting mengingat Persis masih harus menghadapi sejumlah laga krusial di fase akhir musim.

Super League nantinya akan kembali dilanjutkan pada awal bulan April dengan Persis Solo menghadapi PSM Makassar pada Sabtu (4/4/2026) di Stadion B.J. Habibie Parepare. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#liga 1 indonesia #Super League #persis solo