Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Stadion Sepi, Persis Solo Kena Sanksi Sadis Komdis: ‎Dilarang Masuk Stadion, Pasoepati Siapkan Aksi Tak Biasa

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 26 Maret 2026 | 18:55 WIB

OPTIMISTIS: Suporter Persis Solo menjalani dukungan lewat spanduk yang mereka bentangkan di Stadion Manahan.   
OPTIMISTIS: Suporter Persis Solo menjalani dukungan lewat spanduk yang mereka bentangkan di Stadion Manahan.  

‎RADARSOLO.COM – ‎Persis Solo harus menghadapi situasi tak mudah hingga akhir musim. Laskar Sambernyawa dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton, membuat laga di Stadion Manahan dipastikan berlangsung tanpa atmosfer dukungan langsung dari suporter.

‎Sanksi kepada Persis Solo dijatuhkan oleh PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) sebagai buntut kerusuhan suporter dalam laga melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini.

‎Kondisi ini membuat Persis Solo harus menjalani sisa kompetisi, bahkan berpotensi berlanjut hingga awal musim depan, dalam suasana stadion yang sunyi tanpa kehadiran pemain ke-12.

‎Menanggapi sanksi tersebut, suporter Persis Solo yang tergabung dalam Pasoepati tidak tinggal diam.

Presiden DPP Pasoepati, Djodi Purnomo, menegaskan pihaknya tetap akan memberikan dukungan, meski tidak bisa masuk ke dalam stadion.

‎Salah satu langkah yang disiapkan adalah membagikan flyer atau imbauan kepada suporter agar tetap memberikan dukungan secara tertib selama masa sanksi berlangsung.

‎“Kami akan tetap berharap bisa mengawal tim kebanggaan kami. Walaupun mendukungnya hanya dari luar stadion dan tidak terlihat langsung oleh para pemain, harapan kami suara kami tetap bisa didengar oleh para pemain agar mereka lebih termotivasi,” ujar Djodi kepada Jawa Pos Radar Solo.

‎Tak hanya itu, Pasoepati juga telah menyiapkan skenario alternatif apabila dukungan di sekitar stadion tidak diperkenankan.

‎Mereka berencana mengawal keberangkatan dan kepulangan pemain, mulai dari mess menuju Stadion Manahan, hingga kembali usai pertandingan. Selain itu, opsi menggelar nonton bareng (nobar) di lokasi yang tidak jauh dari stadion juga menjadi pilihan.

‎“Kalau nanti tidak diperkenankan, kami akan tetap membersamai para punggawa Persis Solo dengan cara lain. Misalnya mengawal keberangkatan maupun kepulangan tim, atau menggelar nonton bareng,” pungkasnya.

‎Absennya dukungan langsung di stadion jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Persis Solo yang tengah berjuang keluar dari tekanan di papan bawah.

‎Namun di sisi lain, kreativitas suporter dalam memberikan dukungan diharapkan tetap menjadi energi tambahan bagi tim, meski tanpa gemuruh tribun di Stadion Manahan. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persijap jepara #Super League #persis solo #liga 1