RADARSOLO.COM – Lebih dari sekadar program latihan, training centre (TC) Persis Solo di Jogjakarta menjadi momentum penting dalam membangun kekompakan tim.
Selama kurang lebih empat hari, seluruh pemain dan ofisial hidup bersama dalam satu lingkungan yang sama. Situasi ini menciptakan ruang interaksi yang lebih intens dibandingkan rutinitas latihan harian.
Kebersamaan tersebut dimanfaatkan tim pelatih untuk memperkuat hubungan antarpemain. Tidak hanya saat sesi latihan, tetapi juga di luar lapangan. Aktivitas sederhana seperti makan bersama hingga berbincang santai menjadi bagian dari proses pembentukan chemistry tim.
Baca Juga: Eks Bomber Timnas U-23 Beri Respons Soal Laga FIFA Series 2026, Pemain Asal Boyolali Bikin Degdegan
Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija mengakui, suasana TC di Jogja memberikan dampak positif bagi keharmonisan skuad. Dia melihat para pemain mulai menunjukkan kedekatan yang lebih baik satu sama lain. Hal ini dinilai penting untuk menunjang performa tim saat bertanding.
“Mereka membuat chemistry yang jauh lebih baik. Kami berada bersama selama 4 atau 5 hari. Makan bersama, tidur bersama, dan berbicara bersama,” ujar Milomir Seslija.
Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim. Dengan hubungan yang semakin solid, para pemain diharapkan mampu saling memahami di dalam lapangan. Hal itu akan berpengaruh terhadap koordinasi dan efektivitas permainan.
Milo menilai, kesamaan visi juga mulai terbentuk selama TC berlangsung. Para pemain kini memiliki pemahaman yang lebih jelas terkait target tim di sisa musim. Kondisi ini diharapkan menjadi modal penting menghadapi sembilan laga krusial ke depan.
Tak hanya soal kekompakan, aspek mental juga menjadi perhatian utama dalam pemusatan latihan kali ini. Milo menegaskan, tim harus memiliki karakter kuat untuk bersaing. Terlebih, tekanan pertandingan akan semakin tinggi di fase akhir kompetisi.
Dia secara khusus menyoroti pentingnya kontrol emosi dalam pertandingan. Menurutnya, kesalahan adalah hal yang wajar, tetapi respons terhadap kesalahan tersebut menjadi kunci. Pemain dituntut tetap fokus dan tidak kehilangan kendali di lapangan.
“Mereka harus mengontrol emosi. Semua orang membuat kesalahan dan harus menanggungnya. Yang penting adalah membuat lebih sedikit kesalahan daripada lawan,” tegas pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.
Melalui TC ini, pasukan Laskar Sambernyawa tidak hanya membenahi aspek teknis permainan. Lebih dari itu, tim juga membangun fondasi mental dan kebersamaan sebagai satu kesatuan. Melalui kombinasi tersebut, Laskar Sambernyawa optimistis mampu menatap sisa musim dengan lebih percaya diri dan meraih hasil positif. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy