Joko Sasongko saat sibuk melatih bibit-bibit muda di Sekolah Sepak Bola (SSB). (DOK.PRIBADI)RADARSOLO.COM-Nama Joko Sasongko sudah tidak asing lagi bagi para pencinta sepak bola tanah air.
Mantan pesepak bola nasional yang juga merupakan kakak kandung dari bintang Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, ini tercatat pernah malang melintang memperkuat sejumlah klub besar di Indonesia.
Mengawali karier profesionalnya di Bumi Sukowati bersama PSISra Sragen pada tahun 2007, performa apiknya terus melejit hingga dilirik oleh tim-tim elite seperti Persijatim Jakarta Timur, Pelita Jaya FC, Arema Cronous, hingga Persisam Putra Samarinda.
Baca Juga: Kutukan di Manahan Masih Menghantui, Pelatih Persis Solo: Inilah Kejamnya Sepak Bola
Soroti Lini Serang Skuad Garuda
Puncak karier seorang Joko Sasongko terukir manis saat ia mendapat panggilan kehormatan untuk berseragam Timnas Indonesia U-23.
Di penghujung masa produktifnya sebagai pemain, pria yang berposisi sebagai striker ini masih menyempatkan diri membela tim kebanggaan warga Kabupaten Boyolali, yakni Persebi Boyolali.
Kehadirannya bahkan sukses mengantarkan Persebi menjuarai kompetisi Liga 4 regional Jawa Tengah pada tahun 2025 lalu, meskipun langkah mereka harus terhenti dan gagal promosi ke kasta Liga 3 Nasional.
Sebagai mantan ujung tombak Timnas Indonesia, Joko turut memberikan pandangan profesionalnya terkait kondisi Skuad Garuda saat ini.
Ia menilai kedalaman skuad racikan pelatih sudah sangat mumpuni, namun masih terdapat celah yang harus segera dievaluasi, khususnya di sektor penyerang.
"Menurut saya, kedalaman skuad timnas sudah bagus. Tapi untuk posisi striker mungkin masih belum maksimal karena waktu persiapan yang terlampau mepet sebelum turun di pertandingan FIFA Series," ungkap Joko kepada radarsolo.jawapos.com, Selasa (31/3/2026).
Ia menaruh harapan besar agar Skuad Garuda dapat terus berkembang, meraih gelar juara di setiap ajang, dan membuktikan diri sebagai raksasa sepak bola Asia.
Pensiun Bermain dan Fokus Latih SSB
Kini, Joko Sasongko secara resmi telah gantung sepatu dan memilih menepi dari hiruk pikuk kompetisi sebagai pemain.
Meski begitu, kecintaannya terhadap si kulit bundar tak pernah luntur. Ia mendedikasikan waktunya untuk melatih para bibit muda di Sekolah Sepak Bola (SSB).
"Kalau saya sekarang sudah tidak bermain. Kesibukannya saat ini fokus melatih di SSB Abimanyu. Jadi, ya, masih tidak jauh-jauh dari dunia sepak bola," jelasnya.
Memasuki babak baru dalam kariernya, Joko mematok target tinggi untuk bisa menjadi pelatih kepala di tim profesional suatu saat nanti.
Baca Juga: Joko Sasongko Dapat Tanggung Jawab Baru di Persebi Boyolali Jelang Kickoff Liga 4 Nasional
Oleh karena itu, ia memulai proses belajarnya dari level akar rumput. Terkait jenjang kepelatihan formal, Joko mengaku telah berhasil mengantongi lisensi kepelatihan C AFC sejak bulan Februari lalu.
Ia pun bertekad untuk langsung melanjutkan kursus demi meraih lisensi B AFC sesegera mungkin setelah sertifikat fisiknya diterbitkan.
Bekal Pengalaman Asisten Pelatih Persebi
Pilihan Joko untuk meniti karier kepelatihan sejatinya bukan tanpa bekal pengalaman.
"Yang pasti target ke depannya mau melatih di tim profesional. Makanya sekarang saya mematangkan ilmu dengan melatih SSB dulu, sekaligus mencari pengalaman taktik dari turnamen kelompok umur sekelas Piala Soeratin atau liga anak usia dini," tambahnya.
Sebagai catatan tambahan, Joko Sasongko sempat diberi kepercayaan mengemban tugas ganda.
Baca Juga: Joko Sasongko Bawa Persebi Boyolali Tumbangkan Persitoli Tolikara
Ia pernah diplot sebagai asisten pelatih mendampingi Head Coach Dul Khamid di skuad Persebi Boyolali saat berlaga di putaran nasional Liga 4 musim 2024/2025 lalu.
Menariknya, tugas krusial meracik taktik dari pinggir lapangan tersebut ia jalankan saat masih berstatus sebagai pemain aktif di kompetisi Liga 4 regional Jawa Tengah. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono