RADARSOLO.COM - Kesempatan itu datang—dan tak disia-siakan. Bek kiri Persija Jakarta asal Boyolali, Dony Tri Pamungkas sukses membayar kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Nama Dony Tri memang bukan wajah baru di level usia. Ia sudah malang melintang bersama Timnas U-17 hingga U-20. Namun, panggilan ke skuad senior oleh pelatih John Herdman (pelatih timnas) menjadi loncatan besar dalam kariernya.
Tak butuh waktu lama untuk membuktikan diri. Pada laga perdana FIFA Series 2026 melawan Timnas St. Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno (27/3/2026), Dony langsung dipercaya tampil sebagai starter. Bahkan, ia bermain penuh selama 90 menit.
Kepercayaan itu dibayar lunas. Indonesia menang telak 4-0, dengan lini pertahanan tampil solid dan mengantar Maarten Paes mencatatkan clean sheet.
“Sejujurnya, saya tidak memiliki ekspektasi berlebihan sebelum pertandingan. Saya hanya memandang ini sebagai kesempatan, jadi saya bertekad bekerja keras dan memberikan yang terbaik,” ujar Dony, dikutip dari laman resmi Persija Jakarta.
Baca Juga: WFH Tak Bisa Diterapkan Seragam, Pakar UNS: Banyak Sektor Tetap Butuh Tatap Muka
Kesempatan berikutnya datang di partai final FIFA Series 2026 saat Indonesia menghadapi Timnas Bulgaria. Kali ini, Dony harus memulai laga dari bangku cadangan. Pelatih memilih trio Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner di lini belakang.
Dony baru masuk pada babak kedua menggantikan Hubner. Namun, kehadirannya langsung memberi warna berbeda. Aksi solo run-nya bahkan sempat membuat pemain Bulgaria bertabrakan satu sama lain.
Dia juga nyaris menciptakan assist, sayang peluang yang disambut Ole Romeny masih mampu digagalkan lini belakang lawan.
Dalam fase bertahan, Dony menunjukkan kedewasaan di atas lapangan. Ia tangguh dalam duel satu lawan satu, sekaligus cerdas membaca arah serangan. Di sisi kiri, pergerakannya begitu dinamis. Menutup ruang, memutus alur bola, hingga sesekali membantu serangan.
Saat menyerang, sisi lain Dony pun muncul. Latar belakangnya sebagai pemain sayap membuatnya nyaman naik membantu lini depan dan mengirimkan umpan-umpan berbahaya.
Namun, jalan menuju posisi utama jelas tidak mudah. Di timnas, Dony harus bersaing dengan Nathan Tjoe-A-On. Belum lagi nama-nama seperti Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, hingga Pratama Arhan yang lebih dulu mengisi pos bek kiri.
Situasi di FIFA Series 2026 memang memberi celah. Verdonk didorong lebih ke depan sebagai gelandang serang, mengisi peran yang biasa ditempati Thom Haye.
Sementara itu, Shayne Pattynama dan Haye absen akibat sanksi dari FIFA, sedangkan Pratama Arhan harus menepi karena cedera meniskus usai membela klubnya, True Bangkok United.
Baca Juga: BUMDes di Karanganyar Diminta Tak Latah Bangun Wisata, Ini Alasannya
Kondisi itulah yang membuka pintu bagi Dony untuk masuk dan menunjukkan kapasitasnya di level tertinggi.
“Alhamdulillah, proses adaptasi berjalan lancar. Itu tidak lepas dari bantuan para pemain senior. Ke depannya kami harus jauh lebih baik lagi,” ucapnya.
Dony telah membuktikan, kerja keras dan proses panjang tak pernah mengkhianati hasil. Di usia muda, dia mulai menemukan bentuk terbaiknya. Bukan tidak mungkin, menjadi andalan baru di sisi kiri pertahanan Garuda. (nik)
Editor : Niko auglandy