Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

‎Lamine Yamal Murka! Chant Islamofobia dari Suporter Spanyol ke Pemain Mesir Picu Kecaman Keras

Niko auglandy • Rabu, 1 April 2026 | 23:06 WIB
Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal. (INSTAGRAM @lamineyamal)
Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal. (INSTAGRAM @lamineyamal)

RADARSOLO.COM - Laga uji coba internasional antara Timnas Spanyol dan Timnas Mesir yang seharusnya menjadi ajang pemanasan menuju Piala Dunia 2026 justru ternoda. Bukan karena hasil di lapangan, melainkan insiden rasisme yang terjadi di tribun penonton.

‎Bertanding di RCDE Stadium, Rabu (1/4/2026), sejumlah suporter tuan rumah melontarkan chant bernuansa Islamofobia dan xenofobia kepada tim tamu. Salah satu yel-yel yang terdengar berulang kali adalah sindiran terhadap identitas agama para pemain Mesir.

‎Insiden tersebut langsung menuai kecaman luas. Mulai dari pihak tim, federasi, hingga pemerintah Spanyol angkat suara. Otoritas keamanan setempat bahkan dikabarkan langsung membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.

‎Di tengah sorotan itu, bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, turut bersuara. Pemain FC Barcelona tersebut secara terbuka mengecam tindakan diskriminatif yang terjadi selama pertandingan.
‎Melalui akun Instagram pribadinya, Yamal menyampaikan sikap tegas. Ia menegaskan bahwa dirinya juga seorang Muslim dan merasa tidak nyaman dengan chant yang dilontarkan.

‎“Saya adalah seorang muslim, alhamdulillah. Saya tahu nyanyian itu ditujukan kepada tim lawan, bukan kepada saya secara pribadi. Tetapi sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi,” tulisnya.

Baca Juga: Eks Timnas Sempat Absen Lawan PSS Sleman, Kini Siap Dimainkan Kendal Tornado FC vs Persiku Kudus ‎ ‎

Yamal juga menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati pertandingan, bukan tempat menyebarkan kebencian.

‎“Tidak semua penggemar seperti ini. Namun, menggunakan agama sebagai ejekan membuat Anda terlihat bodoh dan rasis. Sepak bola adalah untuk dinikmati, bukan untuk merendahkan orang lain,” lanjutnya.

Baca Juga: AFF 2026 Cuma “Laboratorium”, Hector Souto Fokus Tempa Karakter Timnas

‎Terlepas dari insiden tersebut, pertandingan berjalan cukup ketat. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan sepanjang laga. Namun, rapatnya lini pertahanan Mesir membuat peluang-peluang La Roja gagal berbuah gol.

Penampilan gemilang kiper Mostafa Shobeir menjadi kunci kokohnya pertahanan The Pharaohs. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.

Hasil imbang ini menjadi catatan tersendiri bagi kedua tim dalam persiapan menuju panggung terbesar sepak bola dunia. Namun, di luar hasil pertandingan, insiden di tribun menjadi pengingat bahwa masalah rasisme masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam dunia sepak bola. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#Piala Dunia #mesin #spanyol #lamine yamal #uji coba