Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pelatih Persis Solo Bangga Bosnia Lolos ke Piala Dunia Usai Tumbangkan Italia, Sarannya untuk Indonesia: Pemain Timnas Harus Berani Main Aboard

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 3 April 2026 | 15:31 WIB
HASILNYA MENGEJUTKAN: Pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Italia melawan Bosnia-Herzegovina. (INSTAGRAM: @bih.reprezentacija)
HASILNYA MENGEJUTKAN: Pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Italia melawan Bosnia-Herzegovina. (INSTAGRAM: @bih.reprezentacija)

RADARSOLO.COM - Persaingan perebutan tiket Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kejutan. Timnas Bosnia-Herzegovina berhasil memastikan lolos ke ajang sepak bola paling bergengsi tersebut setelah menyingkirkan Italia.

 Kepastian itu diraih melalui drama adu penalti yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan negatif Italia. Tim berjuluk Gli Azzurri itu harus kembali absen dari Piala Dunia untuk keempat kalinya usai kalah dari Bosnia-Herzegovina usai menang adu penalti 4-1 (1-1).

Situasi ini menjadi sorotan karena Italia merupakan salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.

Baca Juga: Banding Persis Solo Ditolak: 2 Laga Tanpa Penonton dan Denda Rp 150 Juta Menanti

Kabar keberhasilan Bosnia itu disambut gembira oleh pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija. Dia mengaku bangga negaranya bisa kembali tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.

 Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti perkembangan positif sepak bola Bosnia.

Pelatih berkebangsaan Bosnia tersebut menilai keberhasilan itu tidak semata hasil kerja federasi. Pelatih yang akrab disapa Milo tersebut justru menekankan peran besar para pemain dalam menentukan arah karier mereka. Terutama dalam hal keberanian mengambil keputusan untuk berkembang.

Baca Juga: Tak Terkalahkan di 5 Laga Terakhir, Persis Solo Siap Curi Poin Lawan PSM Makassar: Statistik dan Head To Head Bawa Angin Segar

Menurutnya, faktor utama terletak pada keputusan individu pemain yang mampu keluar dari zona nyaman. Mereka memilih mencari pengalaman di liga yang lebih kompetitif. Langkah tersebut dinilai menjadi pembeda utama dibandingkan sebelumnya.

"Ini bukan tentang federasi sepak bola Bosnia. Ini karena para pemain yang berani ambil keputusan dengan bermain di luar Bosnia dan berkembang di kompetisi yang lebih kompetitif," ujar Milomir Seslija saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.

Dia menambahkan, fenomena tersebut memiliki kemiripan dengan kondisi Indonesia saat ini. 

Terutama dengan munculnya pemain berdarah campuran yang tumbuh di negara dengan fasilitas sepak bola lebih maju. Hal ini dinilai menjadi peluang besar bagi perkembangan tim nasional.

"Beberapa dari mereka besar di negara yang memiliki fasilitas sepak bola lebih baik, sama seperti beberapa pemain Indonesia yang memiliki dua kewarganegaraan," lanjutnya.

Baca Juga: 9 Laga Penentuan! Persis Solo Gaspol Usai TC, Milo: Harus 110 Persen!

Mayoritas pemain Timnas Bosnia-Herzegovina saat ini memang berkarier di berbagai liga top Eropa, seperti Jerman, Italia, Portugal, Belanda, Inggris, hingga Prancis. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Dalam pertandingan penentu melawan Italia, Sergej Barbarez mengandalkan sejumlah talenta muda. Beberapa di antaranya adalah Esmir Bajrektarevic (21 tahun), Ivan Basic (23 tahun), Amar Dedic (23 tahun), serta pemain pengganti seperti Benjamin Tahirovic (23 tahun).

Pelatih berusia 61 tahun itu juga menyoroti kualitas liga domestik Bosnia. Menurutnya, level kompetisi di sana tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Kondisi ini membuat pemain lokal sulit bersaing di level tim nasional.

Baca Juga: Ada catatan Besar Usai Laskar Sambernyawa Jalani TC di Jogja, Ini Kata Pelatih Persis Solo

Maka dari itu, pemain yang berkarier di liga domestik dituntut untuk meningkatkan level. Salah satu caranya adalah dengan bermain di luar negeri. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas individu.

"Melihat kualitas liga domestik di Bosnia, sebetulnya kualitasnya tidak sekuat yang kita lihat di Jepang, Korea, dan liga besar lainnya di Asia. Jadi para pemain yang bermain di liga domestik, alangkah baiknya keluar untuk mencari kompetisi yang menawarkan level kompetitif lebih tinggi," jelasnya.

Dia melihat pola yang terjadi di Bosnia ini relevan untuk Indonesia. Bermain di liga yang lebih kompetitif diyakini mampu meningkatkan kualitas individu pemain. Dampaknya, performa tim nasional juga akan ikut terangkat.

“Ketika mereka kembali membela negara, mereka membawa pengalaman dan kualitas yang berbeda,” pungkasnya.

Dengan demikian, dia menekankan bahwa kunci utama bukan hanya pembenahan sistem. Mentalitas pemain untuk berani bersaing di level yang lebih tinggi juga menjadi faktor penting. Kombinasi keduanya diyakini dapat mendorong kemajuan sepak bola nasional. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #milomir seslija #liga 1 #bosnia #Piala Duni