RADARSOLO – Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak hanya mencuri perhatian lewat format barunya, tetapi juga karena lonjakan harga tiket yang fantastis.
Memasuki fase terakhir penjualan pada April 2026 ini, harga tiket pertandingan final dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai angka yang mencengangkan bagi kantong rata-rata penggemar sepak bola.
Berdasarkan laporan BBC, FIFA telah membuka periode final penjualan tiket sejak 1 April hingga turnamen berakhir nanti.
Namun, kejutan terjadi di seluruh kategori harga yang mengalami kenaikan signifikan.
Baca Juga: Persiharjo Sukoharjo Siap Jadikan Persak Kebumen Sebagai Tolok Ukur, Jadwal Uji Cobanya, Cek Disini
Yang paling menjadi sorotan adalah harga kursi untuk laga pamungkas yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli mendatang.
Harga Tiket Final Setara Mobil LCGC
Harga tiket kasta tertinggi untuk laga final Piala Dunia 2026 kini menyentuh angka 10.990 USD.
Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, nilai tersebut setara dengan kurang lebih Rp186 juta (asumsi kurs April 2026).
Saking mahalnya, nominal satu lembar tiket final Piala Dunia 2026 ini setara dengan harga unit mobil Low Cost Green Car (LCGC) baru di pasar Indonesia.
Dengan dana sebesar itu, konsumen di tanah air sudah bisa memboyong mobil gres varian menengah ke atas, sebut saja Honda Brio Satya, Toyota Agya, Toyota Calya, hingga Daihatsu Sigra.
Melonjak Jauh dari Rencana Awal
Kenaikan ini memicu gelombang kritik karena dianggap sangat jauh dari komitmen awal ketiga negara tuan rumah.
Dalam dokumen penawaran (bid book) yang diajukan sebelumnya, harga tiket termahal untuk partai final diproyeksikan maksimal hanya sebesar 1.550 USD atau sekitar Rp26 juta.
Kenyataannya, tren harga terus merangkak naik secara agresif:
Desember 2025: Harga tiket final tertinggi berada di angka 8.680 USD.
April 2026: Melambung menjadi 10.990 USD (Rp186 juta).
Jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, perbedaannya sangat kontras.
Pada final Piala Dunia 2022 di Qatar, tiket kategori termahal "hanya" dipatok di angka 1.604 USD atau setara Rp27 juta.
Artinya, tiket final tahun ini mengalami kenaikan hampir tujuh kali lipat dibandingkan edisi Qatar.
Kekecewaan Penggemar Global
Hingga kini, pihak FIFA belum memberikan respons resmi terkait protes publik mengenai harga tiket yang dinilai tidak masuk akal tersebut.
Banyak penggemar sepak bola mengeluhkan bahwa pesta olahraga terbesar di dunia ini kini seolah hanya bisa diakses oleh kalangan elit.
Selain faktor inflasi, tingginya permintaan dan biaya operasional di Amerika Utara ditengarai menjadi pemicu utama FIFA terus mendongkrak harga.
Bagi para pendukung fanatik yang ingin menyaksikan sejarah tercipta di MetLife Stadium, pilihannya kini hanya dua.
Yakni merogoh kocek sedalam harga mobil baru atau cukup puas menyaksikannya lewat layar kaca. Atau mungkin saja ada keajaiban kebijakan baru dari FIFA? (ria)
Editor : Syahaamah Fikria