Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

RASOHISTORI, 4 April 2012: Persis Solo vs PSS Sleman, Drama 6 Gol Berakhir dengan Penuh Ketegangan

Niko auglandy • Sabtu, 4 April 2026 | 19:23 WIB
Ilustrasi pertandingan PSS Sleman vs Persis Solo LPIS. (Ai)
Ilustrasi pertandingan PSS Sleman vs Persis Solo LPIS. (Ai)

RADARSOLO.COM - Tanggal 4 April 2012 menjadi salah satu laga dramatis dalam perjalanan Persis Solo di ajang Piala Indonesia 2012.

Pada leg kedua Piala Indonesia 2012, Persis Solo versi LPIS harus mengakui keunggulan PSS Sleman dengan skor 2-4.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion Maguwoharjo dan berlangsung penuh tensi.

Meski kalah di laga tersebut, Persis tetap berhak melaju ke babak berikutnya. Secara agregat, kedua tim bermain imbang 5-5. Namun, Persis unggul agresivitas gol tandang.

Pada pertemuan pertama, Persis menang 3-1 di kandang sendiri. Sementara di leg kedua, mereka mampu mencuri dua gol di markas PSS. Sebaliknya, PSS Sleman hanya mencetak satu gol tandang. Keunggulan inilah yang memastikan langkah Persis tetap berlanjut.

Baca Juga: Disiapkan Lawan PSM Makassar, Pemain Asing Persis Solo Ini Malah Diragukan Tampil Karena Faktor Diare dan Demam

Dalam pertandingan itu, PSS Sleman tampil agresif sejak awal. Empat gol tuan rumah dicetak oleh Tri Handoko (22’), Marwan Muhammad lewat titik penalti (42’), Nanda Nasution (78’), serta Charles Orock di masa injury time (90+2).

Sementara itu, Persis Solo membalas melalui tendangan bebas Javier Rocha pada menit ke-60. Gol penentu kemudian lahir lewat kaki Yogi Alfian pada menit ke-100 di babak tambahan waktu.

Gol tersebut menjadi momen krusial yang memastikan Persis tetap bertahan di kompetisi, sekaligus memupus harapan PSS Sleman untuk melaju lebih jauh.

Baca Juga: ‎Pasuruan United Siap Jajal Klub Pendiri Persis Solo: Demi Tiket Promosi ke Liga 3, Klub Liga 4 Jatim Ini Pilih Bangun Chemistry ke Kota Solo

Manajer tim PSS Sleman mengakui, kegagalan timnya tak lepas dari lemahnya konsentrasi lini belakang dalam mengantisipasi pergerakan lawan. Meski demikian, ia meminta para pemain segera bangkit dan fokus menghadapi lanjutan kompetisi Divisi Utama LPIS.

Sementara Pelatih Persis Solo versi LPIS, Junaidi mengaku senang bisa lolos, tapi kecewa juga karena di laga ini timnya kalah. 

Laga ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, kemenangan tidak selalu ditentukan oleh skor akhir semata, melainkan juga oleh strategi dan efektivitas di dua leg pertandingan. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#rasohistori #2012 #Piala Indonesia #persis solo #pss sleman