RADARSOLO.COM - Komposisi skuad Timnas Futsal Indonesia untuk ajang ASEAN Futsal Championship 2026 menghadirkan gambaran menarik tentang peta kekuatan futsal nasional.
Ada 14 pemain yang dipanggil coach Héctor Souto, salah satunya pemain adalah Sragen, Guntur Sulistyo Ariwibowo yang ikut gabung Skuad Garuda.
Dari total 14 pemain yang dipanggil, terlihat jelas adanya dominasi dari klub-klub tertentu yang selama ini konsisten di level kompetisi tertinggi. Fenomena ini sekaligus membuka ruang pembacaan lebih dalam tentang arah perkembangan futsal Indonesia.
Baca Juga: Persis Solo Sukses Tak Terkalahkan dalam Tujuh Laga Terakhir, Milo Aku InibKunci Tahan Seri PSM Makassar
Blacksteel FC Papua tampil sebagai penyumbang pemain terbanyak dengan empat nama yang masuk skuad. Disusul Pangsuma FC Kalbar dengan tiga pemain, serta Unggul FC Malang yang mengirim dua wakilnya. Sementara lima pemain lainnya tersebar dari Cosmo JNE FC Jakarta, Bintang Timur Surabaya, Fafage Banua, dan Kuda Laut Nusantara FC.
Komposisi ini tidak sekadar angka, melainkan representasi dari klub-klub yang memiliki stabilitas performa sepanjang musim. Klub-klub tersebut terbukti mampu menjaga konsistensi, baik dari sisi taktikal maupun pengembangan individu pemain. Hal ini menjadi faktor utama mengapa mereka lebih dominan dalam menyuplai pemain ke tim nasional.
Distribusi pemain yang terpusat pada beberapa klub juga menegaskan bahwa kualitas kompetisi Pro Futsal League Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap performa tim nasional. Liga domestik menjadi ruang pembuktian utama bagi pemain untuk mendapatkan eksposur dan pengalaman bertanding.
Baca Juga: 49 Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 5 April 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sekarang!
Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Héctor Souto menegaskan, hubungan antara liga dan tim nasional tidak bisa dipisahkan. Dia menyebut, kekuatan timnas sepenuhnya bergantung pada kualitas kompetisi yang dijalani para pemain setiap pekan bersama klubnya.
“Performa tim nasional juga menjadi cerminan dari kualitas Profesional Futsal League (PFL). Jika liga berjalan dengan sangat kuat, maka para pemain akan tampil sangat baik di level internasional,” ujarnya Hector Souto dari rilis yang diterima tim Jawa Pos Radar Solo, Jumat (3/4/2026).
Tak hanya itu, pelatih berkebangsaan Spanyol ini juga menyinggung bagaimana proses pemilihan pemain tidak semata berdasarkan nama besar, melainkan kesesuaian dengan sistem permainan yang dibangun. Ia memastikan setiap pemain yang dipanggil memiliki peran yang jelas dalam skema tim.
“Tidak ada kasta antara tim utama atau tim kedua. Fokus utama kami adalah membimbing para pemain baru, sambil tetap menjaga ritme permainan bersama pemain yang sudah memahami sistem,” tegasnya.
Dalam konteks persiapan, Hector Souto mengakui bahwa waktu yang dimiliki timnas kali ini cukup terbatas. Namun, ia menilai kondisi tersebut justru menjadi tantangan untuk memaksimalkan efektivitas latihan tanpa mengganggu keseimbangan kompetisi domestik.
“Sesi latihan kali ini hanya berlangsung selama satu minggu dengan total lima sesi. Target kami adalah memberikan detail instruksi yang jelas tanpa merusak ekosistem klub masing-masing,” jelasnya.
Dia menambahkan, pendekatan tersebut sengaja diambil untuk menjaga hubungan yang sehat antara tim nasional dan klub. Menurutnya, keberlanjutan kompetisi domestik tetap menjadi prioritas utama dalam jangka panjang.
“Kami harus mempersiapkan tim nasional, tetapi di saat yang sama kami juga harus melindungi klub. Karena di sanalah para pemain berkembang setiap hari,” imbuhnya.
Meski demikian, Souto mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkan para pemain selama pemusatan latihan. Dia melihat adanya adaptasi cepat, terutama dari pemain yang baru pertama kali bergabung dengan tim nasional.
“Meskipun durasi latihan berbeda dengan pola satu bulan yang biasa kami lakukan, secara keseluruhan saya merasa puas dengan adaptasi dan perkembangan tim,” pungkasnya.
Dengan turnamen yang akan berlangsung di Nonthaburi Hall, Thailand, pada 5–13 April 2026, skuad Garuda kini tidak hanya membawa komposisi terbaik, tetapi juga filosofi permainan yang terus dibangun. Hasil di ajang ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana sinergi antara liga dan tim nasional benar-benar berjalan efektif. (hj/nik)
Daftar Pemain Skuad Final:
- M. Albagir - Blacksteel FC Papua
- Angga A. - Unggul FC Malang
- Dewa Rizki - Cosmo JNE FC Jakarta
- Dipo A. - Pangsuma FC Kalbar
- Piter E. - Blacksteel FC Papua
- Guntur S. - Bintang Timur Surabaya
- Yogi S. - Pangsuma FC Kalbar
- Rizky Fauzan - Fafage Banua
- Imam A. - Pangsuma FC Kalbar
- A. Kareth - Fafage Banua
- Adityas P. - Blacksteel FC Papua
- M. Sanjaya - Kuda Laut Nusantara FC
- Andres D. - Unggul FC Malang
- Daniel Yeimo - Blacksteel FC Papua