Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Walau Persis Solo Catat 7 Laga Tanpa Kekalahan, Situasi Belum Aman, Ternyata Karena Faktor Ini

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 5 April 2026 | 18:56 WIB
AGRESIF: Striker Persis Solo Roman Paparyha berebut bola udara dengan pemain PSM Makassar di Super League 2025/2026. (TIM MEDIA PERSIS SOLO)
AGRESIF: Striker Persis Solo Roman Paparyha berebut bola udara dengan pemain PSM Makassar di Super League 2025/2026. (TIM MEDIA PERSIS SOLO)

RADARSOLO.COM - Menahan seri tuan rumah PSM Makassar dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (4/4/2026), membuat Persis Solo sukses mencatat hal positif, yakni tujuh laga tanpa kekalahan. Terakhir kali Persis kalah terjadi saat menyerah 0-1 dari pemuncak klasemen saat ini, yakni Persib Bandung di Stadion Manahan, 31 Januari lalu.

Setelah itu Persis sukses meraih dua kemenangan dan lima kali seri. Sebagai tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi dan baru saja melakukan aksi perombangan skuad besar-besaran di putaran kedua, tentu rapor ini terbilang cukup bagus.

Tambahan 1 poin ini membuat Persis Solo saat ini ada di posisi ke-15, atau satu strip di atas zona degradasi dengan tabungan 21 poin. Hasil empat menang, sembilan seri dan 13 kali kalah dari 26 laga yang sudah dijalani. Tapi sayangnya Persis masih harap-harap cemas juga, mengingat hasil Madura United (20 poin), Semen Padang (20 poin) dan PSBS Biak (18 poin) di pekan ke-26 yang akan mereka jalani, tentu bisa membuat Persis kembali terperosok lagi ke zona merah.

“Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tidak mudah bermain di Parepare karena cuaca panas dan perjalanan yang jauh,” ujar Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija usai laga.

Baca Juga: RASOHISTORI, 5 April 2006: Gol Simamo Bertrand Jadi Penentu Nasib Persis Solo, Persibo Bojonegoro Pulang dengan Pilu

Dia juga menilai timnya sempat berada di bawah tekanan, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati PSM. Hilangnya Luka Dumancic benar-benar memberi pengaruh pada ketahanan lini belakang Laskar Sambernyawa. 

“Kredit untuk para pemain yang memberikan 110 persen. Secara taktik kami sebenarnya cukup baik, tapi ada kekhawatiran karena PSM kuat dalam set piece dan kami tidak selalu unggul dalam duel-duel tersebut," jelasnya. 

 

Ya, bisa bilang laga melawan PSM juga tak mudah. PSM kini hanya terpaut empat poin dari Persis Solo. Tim ini juga tengah berjuang untuk melebarkan posisi dari tim-tim papan bawah.

PSM dalam situasi berat juga di laga ini, mengingat bertanding tanpa didampingi pelatih kepala Thomas Trucha di sisi lapangan. Peran tersebut untuk sementara diambil alih oleh asisten pelatih Ahmad Amiruddin yang memimpin jalannya tim dari area teknis.

PSM sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Yuran Fernandes di menit ke-18.  Memasuki babak kedua, Persis tampil lebih berani dan terbuka demi mengejar ketertinggalan. Upaya Persis akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65 melalui Roman Paparyha. Dia lolos dari jebakan offside dan memenangkan duel dengan bek PSM, Daffa Salman, sebelum menaklukkan kiper.

Gol tersebut menjadi yang ketiga bagi Paparyha dari delapan penampilannya bersama Laskar Sambernyawa. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tidak berubah.

“Kami kembali percaya diri dan mampu menciptakan peluang. Saya tahu kami punya kesempatan menang jika bisa mencetak gol lebih dulu. Tapi hasil ini tetap bagus untuk kami dan jadi modal menghadapi laga berikutnya,” tambahnya.

Baca Juga: Persis Solo Sukses Tak Terkalahkan dalam Tujuh Laga Terakhir, Milo Aku InibKunci Tahan Seri PSM Makassar

Di sisi lain, asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang tidak sesuai harapan, terutama setelah timnya sempat unggul di babak pertama. “Pertama-tama kami mohon maaf karena hasil ini tidak sesuai harapan. Babak pertama sebenarnya berjalan sesuai rencana, kami tampil menyerang dan berhasil mencetak gol,” jelasnya.

Namun, dia menyoroti penurunan performa tim di babak kedua yang berujung hilangnya kontrol permainan yang berujung kekalahan dihadapan publik sendiri.

“Masuk babak kedua, intensitas mulai menurun. Kami sudah mencoba melakukan pergantian pemain, tapi tidak memberikan dampak yang diharapkan. Justru permainan semakin menurun dan peluang tidak tercipta,” tuturnya.

 Baca Juga: RASOHISTORI, 4 April 2012: Persis Solo vs PSS Sleman, Drama 6 Gol Berakhir dengan Penuh Ketegangan

Amiruddin juga menegaskan bahwa gol penyama kedudukan Persis terjadi akibat kesalahan tim sendiri, sekaligus menjadi bahan evaluasi utama terkait mentalitas tim yang tampak tidak ingin memberikan perjuangan lebih untuk PSM Makassar. 

“Puncaknya kami kebobolan karena kesalahan sendiri. Ini akan jadi evaluasi, terutama soal mentalitas pemain apakah benar-benar ingin memberikan lebih untuk PSM atau hanya menjalankan kewajiban,” pungkasnya.

Setelah lag ini, Persis Solo akan menjamu Semen Padang, Minggu (12/4) mendatang di Stadion Manahan. Dua hari sebelumnya, PSM akan bertanding di Kota Gudeg melawan tuan rumah PSIM Jogja, Jumat (10/4). (hj/nik) 

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #milomir seslija #liga 1 #psm makassar