Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mau Coba Tiru Kesuksesan Bosnia Lolos Piala Dunia? Milomir Seslija Malah Sentil Keterbatasan Liga Indonesia

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 5 April 2026 | 19:02 WIB
HASILNYA MENGEJUTKAN: Pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Italia melawan Bosnia-Herzegovina. (INSTAGRAM: @bih.reprezentacija)
HASILNYA MENGEJUTKAN: Pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Italia melawan Bosnia-Herzegovina. (INSTAGRAM: @bih.reprezentacija)

RADARSOLO.COM – Keberhasilan Timnas Bosnia-Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan juara dunia Italia lewat adu penalti menjadi sorotan publik pecinta sepak bola. Hasil tersebut dinilai sebagai kejutan besar di kancah internasional. Bosnia kembali menunjukkan eksistensinya di level tertinggi.

Euforia tersebut juga dirasakan pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija. Dia menyambut gembira keberhasilan negaranya kembali tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Baginya, pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri.

Namun di balik keberhasilan itu, pelatih berusia 61 tahun ini melihat ada pola menarik dalam perkembangan sepak bola Bosnia. Ia menilai kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan situasi timnas Indonesia saat ini. Terutama dalam konteks komposisi pemain.

Menurutnya, salah satu faktor penting adalah keberadaan pemain berdarah campuran. Banyak dari mereka tumbuh dan berkembang di negara dengan fasilitas sepak bola yang lebih maju. Hal ini memberikan keuntungan dari sisi pembinaan.

“Beberapa dari mereka besar di negara yang memiliki fasilitas lebih baik, sama seperti pemain Indonesia yang memiliki dua kewarganegaraan,” ujar Milomir Seslija saat dihubungi tim Jawa Pos Radar Solo, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga: Walau Persis Solo Catat 7 Laga Tanpa Kekalahan, Situasi Belum Aman, Ternyata Karena Faktor Ini

Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa Milo itu menyoroti kualitas liga domestik Bosnia. Ia menilai level kompetisinya tidak terlalu kuat jika dibandingkan dengan liga-liga di Asia seperti Thailand, Jepang, dan Korea. Kondisi ini berdampak pada perkembangan pemain lokal.

Menurutnya, jika timnas Indonesia ingin mengikuti jejak Bosnia, maka diperlukan langkah berani. Salah satunya dengan mendorong pemain untuk berkarier di luar negeri. Kompetisi yang lebih kompetitif dinilai menjadi kunci peningkatan kualitas.

“Kualitas liga Bosnia tidak sekuat Jepang, Korea, dan liga besar lainnya. Jadi pemainnya harus mencari level yang lebih tinggi. Saya pikir akan lebih baik jika pemain Indonesia bermain di liga yang lebih kuat seperti Thailand, Korea, dan Jepang,” ujarnya.

Menurut pelatih yang akrab disapa Milo ini, pengalaman bermain di lingkungan dengan intensitas dan kualitas lebih tinggi akan mempercepat perkembangan pemain, baik secara teknis maupun mental.

Terlebih sekarang timnas Indonesia sedang dalam tren positif untuk menyebarkan pemain-pemainnya tampil di liga yang lebih kompetitif seperti di Eropa dan menurutnya itu adalah langkah awal yang baik

“Anda akan menjadi lebih kuat jika bermain di liga yang lebih baik, dengan tim dan pemain yang lebih baik. Sekarang sudah ada pemain Indonesia di divisi kedua Inggris, dan ke depan akan semakin banyak,” katanya.

Baca Juga: RASOHISTORI, 5 April 2006: Gol Simamo Bertrand Jadi Penentu Nasib Persis Solo, Persibo Bojonegoro Pulang dengan Pilu

Di sisi lain, Milo menilai kompetisi domestik masih memiliki keterbatasan dalam mendorong perkembangan pemain secara maksimal. Ia menyinggung bahwa hanya segelintir pemain yang mampu berkembang signifikan di dalam negeri.

Dia menyebut nama-nama seperti Yakob Sayuri, Yance Sayuri, dan Ramadan Sananta sebagai contoh pemain yang mampu menonjol. Namun secara umum, ia melihat persoalan utama pemain Indonesia terletak pada aspek fisik.

Karena itu, dia menekankan bahwa bermain di luar negeri bukan hanya soal karier, tetapi juga kebutuhan untuk meningkatkan daya saing secara global.

“Kebanyakan pemain Indonesia cepat, tapi secara fisik tidak cukup kuat untuk menghadapi tim yang lebih kuat. Jika ingin berkembang, mereka harus keluar dan menghadapi level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Dia pun berharap tren pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri dapat terus berlanjut. Dengan pengalaman dan kualitas yang meningkat, kontribusi mereka di tim nasional diharapkan semakin signifikan. Hal ini menjadi salah satu jalan realistis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di level internasional. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#milomi seslija #pialadunia #persis solo #indonesia #serbia