Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Belanda PSSI Akhirnya Buka Suara, Begini Responnya

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 5 April 2026 | 22:51 WIB
Justin Hubner saat tak kuat menahan tangisnya membentangkan poster Noah Gesser.
Justin Hubner saat tak kuat menahan tangisnya membentangkan poster Noah Gesser.

 RADARSOLO.COM - Polemik terkait status paspor pemain Timnas Indonesia yang berkarier di kompetisi Liga Eredivisie Belanda, akhirnya mendapatkan respon resmi dari PSSI yang diwakilkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.

Dalam pernyataanya, Sumardji menegaskan bahwa seluru pemain keturunan yang telah membela Timnas Indonesia dipasitkan berstatus sah sebagai warga negara Indonesia. 

Ia menyebut nama-nama seperti Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II) sebagai contoh yang belakangan ramai diperbincangkan.

“Kami dari Badan Timnas PSSI menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perkembangan paspor pemain timnas Indonesia yang berkarier di Eredivisie. Perlu kami tegaskan bahwa anak-anak kita telah sah menjadi warga negara Indonesia dan ini tidak ada masalah menurut hukum Indonesia,” ujar Sumardji melalui rilis resmi dari PSSI, Jumat (4/4/2026).

Baca Juga: RASOHISTORI, 5 April 2007: Persis Solo Babak Belur dan Tak Berkutik, Arema Pesta Gol dan Tampil Menggila ‎

Ia menegaskan, proses naturalisasi yang dijalani para pemain telah sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dengan demikian, tidak ada celah untuk meragukan status kewarganegaraan mereka sebagai bagian dari Timnas Indonesia.

Menurut Sumardji, latar belakang para pemain yang lahir dan besar di luar negeri justru memperkuat makna keputusan mereka. Ia menyebut pilihan tersebut sebagai langkah besar yang tidak semua pemain berani ambil.

“Jadi dengan mereka memutuskan menjadi warga negara Indonesia itu sebagai bukti bahwa mereka memiliki rasa kecintaan dan pengabdian yang sangat luar biasa untuk bangsa dan negara yang kita cintai,” lanjutnya.

Baca Juga: Respati-Astrid Pantau Kegiatan Paskah: Saling Menguatkan Kerukunan dan Kebersamaan

Di sisi lain, Sumardji juga mengungkap adanya konsekuensi nyata yang harus dihadapi para pemain setelah resmi menjadi WNI. Salah satunya terkait aspek administratif di negara tempat mereka berkarier, termasuk di Belanda.

“Perlu kita sampaikan bahwa anak-anak kita bukan hanya terbukti mampu dari kerja kerasnya, tetapi dengan menjadi warga negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan. Misalnya, keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi bentuk pengorbanan yang jarang diketahui publik. Namun demikian, para pemain tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk membela Merah Putih di level internasional.

“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil pemain-pemain kita. Tapi kami bersyukur bahwa pemain timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa,” tegas Sumardji.

Ia pun mencontohkan sosok Maarten Paes yang tetap mendapatkan kepercayaan di level kompetisi tinggi. Hal ini dinilai menjadi bukti bahwa kualitas pemain Indonesia mampu bersaing secara global.

Terkait polemik yang berkembang di klub-klub Eredivisie, Sumardji memastikan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan status kewarganegaraan pemain. Ia menegaskan bahwa isu tersebut murni bersifat administratif.

“Kelima perlu kami sampaikan mengenai masalah yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu adalah masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di negara Belanda,” pungkasnya. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Justin Hubner #belanda #dean james #indonesia #timnas