RADARSOLO.COM – Kembali meneruskan kesuksesan dan keunikan jersey pada musim sebelumnya, Persebi Boyolali kembali menggandeng apparel lokal Oliver untuk mengerjakan desain jersey ikonik mereka. Kolaborasi ini menjadi lanjutan dari edisi sebelumnya yang sukses mencuri perhatian publik.
Berbeda dari tahun lalu yang mengusung desain karikatur, musim ini Persebi Boyolali tampil dengan konsep yang lebih serius. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memberikan nuansa baru sekaligus meningkatkan kualitas visual jersey.
Mengusung konsep art drawing, Oliver menggandeng ilustrator asal Bojonegoro yang dikenal dengan karya-karyanya di dunia jersey sepak bola, yakni @nggambarsepatu. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan sentuhan yang lebih profesional.
Baca Juga: Jersey Persebi Boyolali Diburu Kolektor dan Dapat Apresiasi Gibran
“Kalau kemarin desainnya unik dengan karikatur, sekarang kita membuat konsep desain menggunakan art drawing lewat kerja sama salah satu seniman yang memang dikenal dengan gambaran pada sebuah jersey, namanya gambar sepatu dari Bojonegoro,” ujar Huda Sulistyo kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (6/4/2026).
Desain terbaru ini menjadi bentuk pembaruan dari musim sebelumnya. Konsep yang dihadirkan lebih realistis dengan detail visual yang lebih halus, meski kesan ikonik seperti tahun lalu tidak terlalu dominan.
Meski demikian, perubahan tersebut justru menjadi bagian dari inovasi. Persebi Boyolali dan Oliver ingin menghadirkan tampilan yang lebih matang tanpa meninggalkan identitas yang sudah terbentuk sebelumnya.
Salah satu pembaruan paling mencolok terlihat pada material dan detail logo. Jersey musim ini menggunakan bahan jacquard mega mendung yang memberikan tekstur lebih tajam dan berkelas.
Selain itu, logo pada jersey dibuat dengan konsep cameleon hologram yang dapat berubah warna. Detail tersebut memberikan kesan eksklusif dan menjadi pembeda dibandingkan jersey pada umumnya.
“Tapi kalau dibilang lebih ikonik sebenarnya ikonik di tahun kemarin, cuma yang sekarang ini ada beberapa inovasi yang berbeda seperti bahan menggunakan jacquard mega mendung yang memiliki detail lebih. Logo juga menggunakan detail cameleon seperti hologram dengan warna yang bisa berubah memberikan kesan yang lebih eksklusif,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada desain, kolaborasi ini juga memiliki tujuan strategis. Oliver ingin memperkuat branding mereka di kalangan pecinta jersey sepak bola dengan menggandeng ilustrator yang sudah dikenal di dunia apparel.
“Di tahun ini sengaja membuat kolaborasi itu harapannya bisa ngebranding karena kita bisa kolaborasi dengan salah satu ilustrator yang familiar di kancah apparel-apparel,” imbuhnya.
Dari sisi pemasaran, jersey Persebi Boyolali musim ini sempat dibuka melalui pre-order dan mendapat respons positif. Penjualan rencananya akan kembali dibuka seiring peluang Persebi melaju ke babak nasional.
“Kemarin kita sudah open PO dan sudah ditutup, rencananya akan kita buka lagi untuk penjualan karena Persebi Boyolali berpeluang di babak nasional. Untuk jersey player issue kita banderol dengan harga Rp235 ribu dan gratis box set, untuk versi suporter itu diharga Rp150 ribu,” pungkas Huda Sulistyo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy