Jaga Eksistensi di Liga 4, Komisi II DPRD Wonogiri Fasilitasi Kebutuhan Dana Hibah Persiwi

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 14:38 WIB
Pecinta sepak bola saat berdiskusi dengan sejumlah pihak di DPRD Wonogiri Rabu (8/4/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)Pecinta sepak bola saat berdiskusi dengan sejumlah pihak di DPRD Wonogiri Rabu (8/4/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Komisi II DPRD Wonogiri secara aktif mendorong kemajuan ekosistem sepak bola di wilayah Kabupaten Wonogiri, khususnya melalui pengembangan klub kebanggaan daerah, Persiwi Wonogiri.

Langkah ini didasari atas pandangan bahwa para atlet sepak bola asal Wonogiri memiliki potensi besar yang patut dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.

Fasilitasi Rembug Persiwi dan KONI

Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto mengungkapkan, pada Rabu (8/4/2026) lalu, sejumlah pecinta sepak bola termasuk jajaran pengurus Persiwi Wonogiri beraudiensi di gedung dewan.

Baca Juga: Kembalikan Fungsi Trotoar Jatinom, Satpol PP Klaten Tegaskan PKL Hanya Boleh Jualan Mulai Jam 15.00

Pihak legislatif menyambut baik kedatangan tersebut dengan memfasilitasi ruang diskusi guna menampung aspirasi serta rencana strategis ke depan.

"Rapat kemarin kita bagi dua. Pertama bersama kami dan kedua kami serahkan rembugan antara Persiwi, KONI dan pihak terkait," ujar pria yang akrab disapa Supri tersebut pada Jumat (10/4/2026).

Dalam rapat bersama jajaran Komisi II, pengurus Persiwi memaparkan target jangka pendek, salah satunya mengenai rencana keikutsertaan dalam kompetisi Liga 4.

Langkah ini dinilai sangat krusial demi menjaga status keanggotaan klub agar tidak dikeluarkan dari PSSI. Selain itu, pengembangan atlet melalui kelompok usia dini lewat ajang Piala Soeratin juga menjadi agenda prioritas guna memunculkan bibit unggul pesepak bola lokal.

"Kami sepakat dan mendorong itu," kata Supri memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.

Mencari Solusi Klasik Masalah Pendanaan

Meski memiliki rencana besar, Persiwi tak menampik adanya hambatan klasik berupa keterbatasan dana operasional.

Baca Juga: Belum Berlakukan WFH bagi ASN, Pemkab Klaten Lebih Dulu Terapkan Hemat Listrik

Menanggapi hal itu, Supri menjelaskan bahwa sejumlah solusi tengah digodok bersama, mulai dari inisiatif pembukaan rekening donasi bagi para pecinta bola hingga upaya pencarian sponsor pihak swasta.

Selain itu, muncul pula skema bantuan melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wonogiri.

"Kalau bicara pembiayaan dari pemkab, prinsip kami setuju. Hanya saja besarannya berapa masih akan dibahas di perubahan APBD," jelas Supri.

Terkait teknis penyaluran dana hibah tersebut, pihak DPRD juga telah berkoordinasi dengan Disporapar guna memastikan apakah hibah bisa langsung dikucurkan ke manajemen Persiwi atau harus melalui pintu KONI Wonogiri.

Supri memberikan catatan tegas jika nantinya hibah disalurkan melalui KONI, pembagian anggaran harus dilakukan secara proporsional dengan memprioritaskan Persiwi tanpa memicu kecemburuan bagi cabang olahraga (cabor) lainnya.

Baca Juga: Manfaatkan Galon Bekas dan Aset Mangkrak, BUMDes Ketitang Klaten Sukses Budidaya Melon Premium

Optimalisasi Potensi SSB di Wonogiri

Supri yang pada tahun lalu sempat menjabat sebagai Asisten Manajer Persiwi U-17 di ajang Piala Soeratin mengakui bahwa Wonogiri sebenarnya tidak kekurangan talenta berbakat.

Banyaknya Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tumbuh subur di Wonogiri menjadi bukti nyata adanya produksi atlet muda yang berkualitas bagus. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya manajemen persiapan yang matang agar hasil di lapangan bisa maksimal.

"Kita sebenarnya punya potensi. Tapi kemarin kita kurang di persiapan. SSB kita solid dan menghasilkan atlet yang lumayan. Tinggal nanti dikelola. Kemarin memang agak ndadak, ini jadi pembelajaran juga," pungkas Supri. (al)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
liga 4 eksistensi Persiwi Wonogiri dprd wonogiri dana hibah