RADARSOLO.COM – Pengakuan mengejutkan datang dari mantan bek asing Persis Solo, Jordy Tutuarima. Dalam wawancaranya dengan media Belanda Gelderlander, pemain berusia 32 tahun itu blak-blakan soal pengalaman kurang menyenangkan selama berkarier di Indonesia.
Tutuarima menyebut, petualangannya bersama Persis berakhir secara tiba-tiba dan jauh dari kata indah. Ia mengungkapkan, persoalan gaji yang tak kunjung dibayarkan selama berbulan-bulan menjadi salah satu penyebab utama performa tim menurun.
“Tidak ada gaji selama berbulan-bulan. Anda bisa membayangkan bagaimana dampaknya terhadap permainan,” ungkapnya dilansir dari Gelderlander.
Baca Juga: Libas Popsivo Polwan 3-1, Gresik Phonska Plus Dekati Tiket Grand Final Proliga 2026
Tak hanya itu, situasi di dalam tim juga disebut tidak stabil. Pergantian pelatih hingga keputusan pemecatan yang mendadak membuat kondisinya semakin sulit. Pengalaman yang awalnya diharapkan menjadi petualangan karier justru berubah menjadi periode yang ia sebut “aneh”.
Kini, Tutuarima telah kembali ke Belanda dan memutuskan melanjutkan karier di level amatir bersama klub GVVV. Ia mengaku menemukan kembali kenyamanan yang sempat hilang selama di Indonesia.
“Saya senang GVVV hadir dalam hidup saya,” katanya.
Baca Juga: RASOHISTORI, 11 APRIL 1941: Soerabaja Hancurkan Solo 6-1 di Kompetisi NIVU
Tak hanya soal sepak bola, kepulangannya ke Belanda juga memberinya waktu lebih banyak untuk keluarga. Hal sederhana seperti mengantar anak ke sekolah setiap hari kini menjadi hal yang sangat ia syukuri.
“Rasanya menyenangkan bisa mengantar anak-anak saya ke sekolah setiap hari lagi,” ujarnya.
Tutuarima sendiri bukan pemain sembarangan. Sepanjang karier profesionalnya, ia telah mencatat lebih dari 250 pertandingan bersama sejumlah klub Belanda seperti NEC Nijmegen, De Graafschap, dan PEC Zwolle.
Kini, setelah 15 musim berkarier di level profesional, ia memilih menutup bab tersebut dan menikmati fase baru dalam hidupnya—lebih dekat dengan keluarga, sekaligus tetap bermain sepak bola dengan cara yang berbeda.
Ya, seperti diberitakan sebelumnya, Keputusan besar pernah diambil manajemen Persis Solo usai putaran pertama kompetisi. Saat itu, Laskar Sambernyawa terpuruk di zona merah dan kesulitan keluar dari tekanan.
Evaluasi menyeluruh pun dilakukan. Hasilnya, manajemen mengambil langkah tegas dengan melepas seluruh pemain asing yang tampil di putaran pertama.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tim secara menyeluruh.
Salah satu pemain yang terdampak adalah Jordy Tutuarima. Bek asal Belanda itu harus angkat kaki dari skuad Persis dan masuk dalam daftar pemain yang dilepas.
Para pemain asing tersebut kemudian menyebar ke berbagai klub. Ada yang tetap berkarier di Indonesia dengan bergabung ke klub Liga 1 maupun Liga 2. Sebagian lainnya memilih melanjutkan karier di luar negeri, termasuk ke liga Malaysia hingga Spanyol.
Namun, nasib berbeda sempat dialami Tutuarima. Ia sempat menganggur hampir tiga bulan tanpa kejelasan karier setelah meninggalkan Persis. Situasi itu membuat masa depannya sempat menggantung.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Tutuarima akhirnya bisa bernapas lega setelah mendapat pelabuhan baru di Belanda bersama GVVV. Kepastian ini sekaligus mengakhiri masa tanpa klub yang cukup panjang bagi pemain berusia 32 tahun itu.
Langkah baru ini diharapkan menjadi titik balik bagi Tutuarima, setelah melewati periode sulit dalam kariernya pasca berpisah dengan Persis Solo.(nik)
Editor : Niko auglandy