RADARSOLO.COM - Sempat tergusur kembali ke zona degradasi, Persis Solo kembali lepas setelah meraih kemenangan 2-1 atas Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pada pekan ke-27 di Stadion Manahan, Solo. Hasil ini menjadi titik penting dalam upaya Persis menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.
Kemenangan ini membuat Persis Solo menggeser posisi Madura United yang sebelumnya berada di posisi ke-15. Meski jarak poin masih tipis dari zona merah, tambahan tiga angka ini memberi ruang napas bagi tim.
Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija mengakui bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Ia menilai pertandingan berjalan sangat sulit karena tim lawan juga memiliki kepentingan untuk lolos dari zona degradasi. Oleh sebab itu, pelatih berusia 61 tahun tersebut merasa kemenangan ini seperti meraih enam poin.
"Oh, semalam kita bilang ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tetapi kesulitan ini membuat kita jauh lebih kuat dan sangat tifak mudah untuk bermain dalam kondisi seperti ini ketika kamu bermain melawan musuh yang bermain direct untuk bertahan di Liga 1," ujar Milomir Seslija kepada media, Minggu (12/4).
Baca Juga: Utang Sewa Stadion Manahan Rp 2 Miliar, Persis Solo Janji Lunasi, Baru Bayar Rp 40 Juta
"Dan ini bukan hanya tiga poin, untuk saya ini adalah enam poin dan kita membuat poin yang diperoleh dari pare-pare terasa lebih penting," imbuhnya.
Menurut pelatih yang akrab disapa Milo tersebut, duel melawan tim papan bawah tidak hanya soal hasil akhir. Dampaknya juga terasa pada mental pemain serta pergerakan di klasemen. Kemenangan ini sekaligus menahan laju pesaing langsung.
"Terlebih jika kita main draw, jika kita kalah, ini bukan akhir dari segalanya tapi perjuangan akan lebih sulit," imbuhnya.
Di balik kemenangan tersebut, Persis Solo dihadapkan pada situasi pertandingan yang jauh dari ideal. Akibat hujan deras, kondisi lapangan tergenang air dan membuat aliran bola tidak berjalan maksimal. Hal ini memaksa kedua tim menyesuaikan pendekatan permainan.
"Di babak pertama kita tidak mulai dengan baik tapi kemudian kita punya peluang. Di babak kedua juga ada beberapa kesempatan yang kita miliki dan kondisi lapangan cukup membuat permainan sedikit tidak berkembang tapi kita bisa menang," ujarnya.
Situasi tersebut membuat Laskar Sambernyawa tidak bisa menjalankan rencana permainan seperti biasanya. Milo bahkan mengakui timnya lebih banyak bermain secara reaktif sepanjang pertandingan. Adaptasi menjadi kunci agar tetap bisa bersaing.
"Di laga ini tidak ada rencana permainan hanya reaksi dan kita melakukannya dengan baik," jelasnya.
Pelatih asal Bosnia itu juga menegaskan bahwa perubahan sistem dilakukan di tengah laga. Keputusan itu diambil untuk menyesuaikan kondisi lapangan dan gaya bermain lawan. Fleksibilitas tim menjadi faktor penentu kemenangan.
"Dalam kondisi ini kita memiliki persiapan permainan yang benar-benar berbeda. Beruntungnya kami bisa mengubah sistem permainan ke sistem yang lain dan banyak perubahan yang terjadi dalam permainan," pungkasnya.
Persis Solo setelah ini akan jalani laga tandang melawan tuan rumah Arema FC, Sabtu (18/4) mendatang. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy