Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

RASOHISTORI: 5 Kartu Kuning dan 1 Merah, Duel Derby Mataram antara PSIM Jogja vs Persis Solo Berjalan Menegangkan

Niko auglandy • Kamis, 16 April 2026 | 22:03 WIB
Ilustrasi pertandingan lawas Persis Solo vs PSIM Jogja. (Ai)
Ilustrasi pertandingan lawas Persis Solo vs PSIM Jogja. (Ai)

RADARSOLO.COM - Laga panas Derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo pada 16 April 2009 harus berakhir tanpa pemenang. Bertanding di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, kedua tim bermain imbang dengan skor kacamata 0-0.

PSIM yang tampil di hadapan pendukung sendiri sebenarnya memiliki peluang lebih untuk mengamankan kemenangan. Namun, sejumlah kesempatan yang tercipta gagal dimaksimalkan dengan baik, sehingga laga berakhir tanpa gol hingga peluit panjang dibunyikan.

Di sisi lain, hasil imbang ini juga menjadi bagian dari perjalanan kurang maksimal Persis Solo pada musim tersebut. Laskar Sambernyawa gagal menembus papan tengah klasemen Grup II setelah hanya mampu finis di posisi ke-11 dari total 14 peserta.

Baca Juga: RASOHISTORI: Drama Di Menit ke-40! Dua Pemain Diusir, Persis Solo Tetap Tak Berdaya di Tanah Papua

Hasil ini mencerminkan ketatnya persaingan di kompetisi musim 2009, di mana setiap poin sangat berharga, terutama dalam duel sarat gengsi seperti Derbi Mataram yang selalu menyajikan tensi tinggi di atas lapangan.

Dalam pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida pada 16 April 2009, kedua tim sama-sama menurunkan formasi 4-4-2 dengan komposisi pemain terbaiknya.

PSIM mengandalkan Oni Kurniawan Pria Utama di bawah mistar sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi Abdullah Rifai Kapitan Hitu, Sumarjono, Bayu Andra Cahyadi yang kemudian digantikan Wahyudianto pada menit ke-78, serta Joni Sukirta.

Baca Juga: RASOHISTORI: Setelah PSIM Jogja, PersisSolo Kalah Lagi di Ajang Bergengsi Menyambut HUT PSSI

Di sektor tengah, terdapat Muhammad Dwi Wahyudi, Kristiono, Fajar Listiyantara, dan Wawan Sucahyo yang kemudian digantikan FX Harminanto pada menit ke-53. Sementara di lini depan, Setyo Adhi Prastowo yang digantikan Santoso pada menit ke-43 berduet dengan Muchamad Eksan.

Di sisi lain, Persis Solo menempatkan Wahyu Tri Nugroho sebagai penjaga gawang. Barisan pertahanan dihuni Wahyu Wiji Astanto, Villol Vebrian Nugrahendy, Adrian Wijaya, serta Nur Kholiq. Pada lini tengah, I Made Pasek Alit yang kemudian digantikan Eko Budi Santoso pada menit ke-71, Junedi yang digantikan Achdiat Pendjawi pada menit ke-85, Is Prianto, serta Imam Rochmawan menjadi pengatur permainan.

Di lini depan, Yanuar Ruspuspito yang digantikan Georges Andre Machia Malock pada menit ke-51 berpasangan dengan Anindito.

Dengan komposisi tersebut, kedua tim tampil solid sepanjang pertandingan, mencerminkan kuatnya rivalitas yang membuat laga berjalan ketat meski akhirnya berakhir tanpa gol. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#rasohistori #Super League #persis solo #PSIM Joga #liga 1