Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Polemik Tunggakan Sewa Stadion Manahan, Suporter Kritik Pola Komunikasi Manajemen Persis Solo

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 17 April 2026 | 10:29 WIB
Stadion Manahan Solo menjadi kandang Persis Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Stadion Manahan Solo menjadi kandang Persis Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polemik tunggakan sewa Stadion Manahan yang melibatkan Persis Solo memantik respons dari kalangan suporter. Di tengah komitmen manajemen untuk menyelesaikan kewajiban, suporter menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih terbuka dan terstruktur.

Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan, sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya tidak menghindari kewajiban pembayaran sewa stadion yang nilainya mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Dia menyebut persoalan tersebut sebagai bagian dari mekanisme kerja sama bisnis yang wajar.

“Adanya kewajiban yang belum terbayarkan ini layaknya skema bisnis. Kami sudah koordinasi dan berkomitmen untuk menyelesaikannya,” ujar Ginda saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).

Baca Juga: Garda FC Tersingkir! Persigi Sigi Melaju ke Semifinal Liga 4 Sulteng

Ginda juga memastikan bahwa Persis Solo sebagai klub profesional akan memenuhi seluruh kewajiban yang dimiliki. Ia menambahkan bahwa fokus tim saat ini tetap pada penyelesaian kompetisi yang masih berjalan.

Menanggapi polemik tersebut, Presiden DPP Pasoepati Arif Djodi Purnomo mengatakan, komunikasi yang dibangun manajemen kepada basis pendukung belum sepenuhnya optimal.

Perwakilan suporter menyebutkan bahwa komunikasi secara informal memang sudah dilakukan oleh pihak manajemen, termasuk oleh Ginda Ferachtriawan dan perwakilan lainnya. Akan tetapi, hingga kini belum ada agenda kopi darat lintas elemen yang bisa menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas masalah tersebut. 

“Terkait komunikasi konkret dari manajemen ke suporter sejauh ini sudah ada beberapa kali. Hanya saja untuk kopi darat dengan lintas elemen memang belum diadakan,” ujar Jodi kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (17/4/2026). 

Baca Juga: Arteta Bangga, Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions

Jodi menambahkan, dalam waktu dekat rencananya akan diadakan pertemuan di Stadion Manahan yang berpotensi menjadi momentum untuk membuka ruang komunikasi secara langsung antara manajemen dan suporter.

Lebih lanjut, suporter juga menyoroti belum adanya pembahasan terkait langkah konkret ke depan untuk mencegah persoalan serupa terulang. Mereka berharap manajemen tidak hanya menyelesaikan tunggakan, tetapi juga menyiapkan perencanaan yang lebih matang.

“Langkah atau planning ke depan agar kejadian ini tidak terulang kembali memang belum dibahas sampai situ. Kami masih berharap manajemen segera menyelesaikan masalah ini,” lanjutnya.

Di tengah polemik tersebut, suporter juga menanggapi pernyataan eks pemain asing Persis Solo, Jordi Tutuarima, yang sempat menyinggung kondisi internal klub. Mereka menilai pernyataan itu kurang tepat disampaikan saat situasi tim sedang dalam tren positif.

Menurut mereka, hal tersebut merupakan persoalan lama yang seharusnya tidak kembali diangkat ke publik, terlebih ketika performa tim sedang membaik di kompetisi.

“Statemen itu kami anggap kejadian masa lampau sebelum manajemen dibenahi. Kurang wajar jika disampaikan sekarang saat kondisi tim sedang baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Liga 4 Papua Barat Memanas! Ini Dua Tim yang Lolos ke Final

Suporter pun berharap polemik di luar lapangan, baik terkait tunggakan maupun pernyataan pemain, tidak mengganggu fokus tim dalam menjalani sisa pertandingan musim ini. Stabilitas internal dinilai menjadi kunci untuk menjaga performa Laskar Sambernyawa tetap kompetitif. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #tunggakan #stadion manahan #sewa