RADARSOLO.COM - Persis Solo telah menjalani sanksi dengan dua laga kandang tanpa dihadiri penonton. Situasi itu menjadi konsekuensi dari keputusan Komdis PSSI yang dijatuhkan beberapa waktu lalu. Kini, Laskar Sambernyawa mulai memasuki fase lanjutan dari hukuman tersebut.
Dalam dua laga kandang tersisa saat menghadapi Persebaya Surabaya (9/5) dan Dewa United (16/5), Persis Solo mendapat keringanan. Suporter diizinkan kembali hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan. Namun, kebijakan ini tidak diberikan secara penuh tanpa pembatasan.
Ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi oleh suporter Persis Solo. Mereka hanya diperbolehkan menempati tribun timur serta tribun VIP yang berada di sisi barat stadion. Sementara tribun utara dan selatan tetap ditutup sesuai dengan ketentuan sanksi.
Tak hanya itu, aturan lain yang cukup krusial adalah larangan penggunaan atribut klub. Suporter yang hadir tidak diperkenankan membawa maupun mengenakan simbol-simbol Persis. Hal ini membuat pola dukungan di stadion dipastikan akan berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Singon Edan Masih Terlalu Perkasa, Rekor Tak Terkalahkan Persis Solo Terhenti di Kanjuruhan
Berangkat dari situasi tersebut, Presiden DPP Pasoepati Arif Djodi Purnomo menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif.
Dia menyebut pengkondisian suporter menjadi prioritas utama agar tetap tertib. Koordinasi lintas elemen pun segera dilakukan.
Menurut Jodi, pertemuan akan digelar pada Senin mendatang bertepatan dengan agenda team meeting (TM). Dalam forum itu, seluruh elemen suporter akan dikumpulkan untuk menyamakan persepsi. Tujuannya agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana.
“Untuk masalah laga tribun yang sudah dibuka kami besok Senin saat TM juga akan segera mengajukan ploting tribun supaya semua elemen suporter bisa semua terakomodir,” ujar Jodi kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Persis Solo Wajib Poin di Kanjuruhan, Milomir Seslija: Tak Bisa Sekadar Omong Kosong
Dia menambahkan, skema ploting tribun menjadi kunci untuk menghindari penumpukan penonton. Dengan kapasitas yang terbatas, distribusi suporter harus diatur secara proporsional. Hal ini juga penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Selain itu, Pasoepati juga membuka opsi pemanfaatan tribun sayap VIP. Area tersebut diharapkan dapat menjadi solusi tambahan untuk menampung suporter yang tidak tertampung di tribun utama. Langkah ini masih akan dibahas lebih lanjut dalam koordinasi internal.
Di sisi lain, kebijakan penyesuaian harga tiket juga tengah dipertimbangkan. Pasoepati berharap harga dapat ditekan agar tetap terjangkau. Dengan demikian, suporter yang terdampak pembatasan tetap memiliki akses untuk hadir di stadion.
"Dalam pertemuan tersebut juga akan asa pembahasan terkait pembukaan tribun sayap VIP selatan maupun utara dengan harga yang bisa ditekan untuk suporter sebagai ganti kapasitas tribun yang di tutup akibat sanksi dari PSSI," pungkasnya.
Meski dalam keterbatasan, suporter diharapkan tetap menjaga kondusivitas. Larangan atribut menuntut adanya kedewasaan dalam memberikan dukungan. Kreativitas dalam menyuarakan semangat tanpa melanggar aturan menjadi tantangan tersendiri.
Dengan berbagai skema yang disiapkan, Pasoepati optimistis dukungan terhadap Persis tetap maksimal. Laga melawan Persebaya dan Dewa United menjadi momen penting bagi tim. Di tengah sanksi yang masih berjalan, loyalitas suporter kembali diuji. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy