RADARSOLO.COM - Sudah jatuh tertimpa tangga. Situasi tak kalah rumit dialami tim tetangga Persis Solo, PSIM Jogja.
Usai menelan tiga kekalahan beruntun di BRI Super League, PSIM harus menjadi musafir saat menjamu Persija Jakarta di pekan ke-29, Rabu lusa (22/4).
Laga yang seharusnya digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, tepaksa digeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja Wendy Umar Seno Aji menjelaskan, keputusan ini diambil manajemen berdasarkan serangkaian evaluasi. Terutama terkait aspek keamanan dan kapasitas stadion. Tingginya animo suporter jadi pertimbangan utama dalam penentuan venue baru.
Diakui Wendy, sejatinya seluruh persiapan pertandingan di SSA telah rampung. Namun, dinamika di lapangan memaksa penyesuaian demi memastikan keselamatan semua pihak. Pihak keamanan rekomendasikan agar laga digeser ke lokasi lain.
Baca Juga: Akui Ini Penampilan Terburuk Persis Solo, Milomir Seslija: Arema FC Memang Pantas Menang
“Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini, kami bersama-sama menilai kapasitas SSA saat ini belum ideal,” ujar Wendy kepada Jawa Pos Radar Jogja.
Sebelum memutuskan musafir ke Pulau Dewata Bali, manajemen PSIM sempat melirik Stadion Jatidiri di Semarang. Namun, jadwal penggunaan markas PSIS Semarang tersebut cukup padat.
Baca Juga: MIlo Bandingkan Suporter Persis Solo dan Arema FC: Sepak Bola Tanpa Fans itu Aneh
“Kami telah jajaki berbagai opsi alternatif yang kooperatif, termasuk Semarang. Tetapi karena ada dinamika penjadwalan yang bersamaan dengan agenda pemakaian stadion, opsi ini belum bisa direalisasikan,” imbuhnya.
Solusinya, PSIM memilih Stadion Kapten I Wayan Dipta agar pertandingan tetap berjalan sesuai kalender kompetisi. Namun, laga tersebut dipastikan berlangsung tanpa penonton. Wendy menegaskan, keputusan ini diambil demi menghindarkan PSIM dari sanksi administratif atau pengurangan poin, yang bisa merugikan posisi Laskar Mataram di klasemen.
“Kami mohon pengertian dan dukungan penuh dari seluruh elemen suporter PSIM atas keputusan ini. Sinergi yang baik antara klub, suporter, dan otoritas keamanan adalah kunci. Meski tidak hadir langsung, kami harap doa dan dukungan teman-teman suporter tetap mengalir dari rumah,” harapnya.
Sementara itu, ke depannya panpel dan manajemen PSIM akan mengupayakan lebih baik lagi. Sehingga kasus pergeseran venue seperti saat ini tidak terulang kembali.
“Ke depan, kami berupaya keras agar laga-laga kandang selanjutnya dapat kembali digelar di SSA. Bisa dihadiri oleh para pendukung setia PSIM,” bebernya. (JPG/fer)
Editor : fery ardi susanto