Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sanksi Seumur Hidup Menanti? Kasus Tendangan “Kungfu” Kembali Terulang: Kali Ini Terjadi di EPA U-20, Bhayangkara FC vs Dewa United

Niko auglandy • Senin, 20 April 2026 | 07:44 WIB
Tendangan kungfu di laga Bhayangkara FC vs Dewa United di Stadion Citarum Semarang.
Tendangan kungfu di laga Bhayangkara FC vs Dewa United di Stadion Citarum Semarang.

RADARSOLO.COM - Laga Elite Pro Academy U-20 Super League pekan ke-32 mempertemukan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

‎Dalam pertandingan tersebut, Dewa United U-20 berhasil mencuri kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah. Tim tamu langsung membuka keunggulan cepat melalui gol Kelvin Ananda Hairulis saat laga baru berjalan satu menit.

‎Bhayangkara FC U-20 sempat membalas di babak kedua lewat gol Aqilah Lissunnah Aljundi pada menit ke-65, yang membuat pertandingan. 

‎Namun, hasil pertandingan bukan menjadi sorotan utama. Publik justru digegerkan oleh video kericuhan di stadion yang dengan cepat menyebar luas di media sosial.

Baca Juga: Kondisi Tim Tetangga Persis Solo Tak Kalah Rumit, PSIM Jogja Harus Musafir Ke Bali Saat Menjamu Persija Jakarta

‎Dalam video tersebut, aksi kekerasan yang melibatkan pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 menjadi viral. Ironisnya, tindakan brutal itu tidak hanya dilakukan oleh satu orang.

‎Laga Elite Pro Academy U-20 Super League yang mempertemukan Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, berubah menjadi catatan kelam bagi sepak bola Indonesia.

‎Bagaimana tidak, kamera menangkap momen saat seorang pemain Bhayangkara FC U-20 melayangkan tendangan keras ke arah punggung hingga leher bagian belakang pemain Dewa United. Aksi tersebut membuat korban langsung terkapar. Tindakan itu dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan cedera serius.

‎Padahal, sepanjang pertandingan, laga berjalan relatif normal. Namun situasi berubah setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Kedua tim terlibat cekcok di pinggir lapangan hingga memicu kerumunan.

‎Dari situlah insiden tak terpuji terjadi. Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @smgfootball pada Minggu malam (19/4), terlihat jelas seorang pemain Bhayangkara FC U-20 berlari kencang sebelum melayangkan tendangan ke arah lawannya.

‎“Sementara itu pertandingan lanjutan EPA Liga 1 antara Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United FC U-20 hari ini yang digelar di Stadion Citarum Semarang berakhir ricuh setelah tim tuan rumah kalah. Tampak pemain Bhayangkara FC melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United FC,” tulis akun tersebut, sembari menandai PSSI dan Erick Thohir.

Baca Juga: Akui Ini Penampilan Terburuk Persis Solo, Milomir Seslija: Arema FC Memang Pantas Menang

‎Identitas pelaku belum dapat dipastikan. Namun, warganet mulai berspekulasi dan menduga pelaku merupakan salah satu mantan pemain tim nasional kelompok usia.

‎Korban dari kubu Dewa United diketahui bernama Rakha. Dari foto yang beredar, wajahnya terlihat mengalami luka cukup serius. Situasi semakin memanas ketika setelah insiden tersebut, muncul sosok lain yang diduga bukan pemain dari kedua tim ikut melakukan kekerasan terhadap korban yang sudah terjatuh.

‎Aksi tersebut langsung memantik gelombang kecaman dari warganet, khususnya para penggemar sepak bola nasional. Banyak yang menyayangkan perilaku pemain muda yang seharusnya menjadi aset masa depan, namun justru menampilkan tindakan tidak terpuji di lapangan.

Baca Juga: MIlo Bandingkan Suporter Persis Solo dan Arema FC: Sepak Bola Tanpa Fans itu Aneh

‎Publik pun mendesak adanya langkah tegas dari PSSI agar kejadian serupa tidak terulang. Apalagi, insiden kekerasan seperti ini bukan pertama kali terjadi di level kompetisi nasional.

‎Sebagai perbandingan, dalam sejumlah laga Liga 4 di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY musim ini, tercatat ada tiga kasus serupa yang berujung pada sanksi berat. Asosiasi provinsi setempat menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup bagi pemain yang terbukti melakukan aksi “tendangan kungfu” ke lawan.

‎Sanksi tersebut menjadi bukti bahwa tindakan berbahaya di lapangan bukan hanya mencoreng sportivitas, tetapi juga bisa mengakhiri karier seorang pemain secara instan. Karena itu, publik berharap kasus di ajang EPA U-20 ini juga ditangani secara serius dan transparan, demi menjaga masa depan sepak bola Indonesia.

Editor : Niko auglandy
#Dewa United #bhayangkara fc #EPA