RADARSOLO.COM – Kekalahan dari Arema FC 0-2 menandai terputusnya tren positif Persis Solo yang tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir. Hasil laga di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (18/4/2026) itu juga menjadi alarm keras bagi posisi Laskar Sambernyawa di klasemen sementara yang masih belum aman.
Akibat kekalahan tersebut, Persis kini terjerembap ke zona degradasi dengan menempati peringkat ke-16. Posisi mereka berada tepat di bawah Madura United yang meraih kemenangan pada pekan ke-28 Super League 2025/2026.
Menanggapi situasi tersebut, pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija menyebut hasil negatif itu sebagai “wake-up call” yang tidak bisa diabaikan. Ia menilai timnya tampil jauh dari rencana yang telah disiapkan.
Baca Juga: Kritik Keras 'Tiki-Taka' Persis Solo, Milomir Seslija: Terlalu Rumit, Minim Eksekusi
Menurutnya, apa yang diperlihatkan di lapangan justru bertolak belakang dengan materi latihan selama masa persiapan. Hal itu menjadi sinyal bahwa konsistensi permainan masih menjadi persoalan utama.
“Hari ini, percayalah, apa yang kami latih dalam persiapan justru terjadi sebaliknya. Ini adalah peringatan yang bagus,” ujar Milomir Seslija kepada media.
Baca Juga: Kritik Keras 'Tiki-Taka' Persis Solo, Milomir Seslija: Terlalu Rumit, Minim Eksekusi
Meski demikian, pelatih yang akrab disapa Milo tersebut menegaskan bahwa situasi ini belum menjadi akhir dari segalanya. Dia memastikan timnya tidak akan menyerah dalam kondisi apa pun.
Milo kembali mengingatkan bahwa perjuangan Persis sejak awal musim memang tidak mudah. Bahkan saat pertama kali ia datang, kondisi tim berada dalam tekanan besar.
Dia menyebut situasi tersebut layaknya “misi mustahil”, dengan jarak poin yang cukup jauh dari zona aman. Namun secara bertahap, Persis mampu memangkas selisih tersebut.
“Ketika saya pertama datang, ini seperti ‘mission impossible’, tapi kami membuatnya jadi mungkin. Kami tertinggal 10 poin dan sekarang hanya 1-2 poin dari zona degradasi,” jelasnya.
Dengan enam laga tersisa, Laskar Sambernyawa masih memiliki peluang untuk mengubah keadaan. Total 18 poin yang tersedia dinilai cukup untuk menentukan nasib tim di akhir musim.
Namun, dia menekankan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kesalahan jika ingin bertahan di kompetisi tertinggi. Setiap pertandingan akan menjadi penentuan.
Milo juga menyoroti pentingnya mentalitas pemain dalam menghadapi tekanan di sisa musim. Ia menilai laga-laga ke depan harus dijadikan momentum untuk berkembang.
“Ketika Anda bermain melawan tim bagus, itu adalah momen untuk berkembang sebagai pemain dan sebagai tim,” ungkapnya.
Dia pun menegaskan bahwa persaingan musim ini masih sangat terbuka. Tidak ada tim yang benar-benar aman, sehingga peluang tetap ada bagi siapa pun. “Masih ada enam pertandingan, 18 poin. Siapa pun bisa mengalahkan siapa pun,” tandasnya.
Pada laga berikutnya, Persis akan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Solo, Rabu (22/4/2026). Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat, mengingat salah satu pemain kunci lawan yang juga mantan pemaon Persis Solo, Moussa Sidibé, tengah berada dalam performa terbaiknya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy